Oleh : Benedictus Eric Hariyanto, CM

Syukur kepada Allah, pada tahun ini Misi Umat Vinsensian (MUV) kembali digelar setelah kurang lebih dua tahun ditiadakan karena invasi covid-19. Tahun ini, MUV digelar di Paroki Santo Fransiskus Asisi, Resapombo, Blitar, sebuah paroki di wilayah Keuskupan Surabaya yang terletak di kaki Gunung Kawi. MUV tahun ini diadakan pada 15 s.d. 24 Juli 2022. Tentu, sebelum pelaksanaan, para misionaris sudah mempersiapkan diri secara matang terutama dalam kegiatan survei dan lokakarya. Para misionaris datang dari berbagai macam tarekat Vinsensian dan awam, misalnya para romo dan frater CM, frater Projo dari komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII, suster-suster PK, PMY, KYM, SDP, ALMA, dan beberapa mahasiswi Institut Pastoral Indonesia (IPI). Jumlah misionaris MUV tahun ini berjumlah lebih dari 80, suatu angka yang cukup besar. Oleh tim MUV, para misionaris diutus masuk ke tim-tim kecil yang nantinya dikirim ke stasi-stasi di wilayah Paroki Resapombo.
Retret persiapan
Sebelum bermisi di Paroki Resapombo, para misionaris berkumpul di Rumah Retret St. Maria Magdalena Postel di Jalan Jayagiri 20 Malang. Para misionaris mengikuti retret untuk mempersiapkan batin agar lebih mantap dalam menyapa jiwa umat dalam MUV nantinya. Para misionaris mendapatkan retret persiapan dari Bruder Philemon Sunarto CM. Bruder Emon CM, sapaan akrabnya, membimbing peserta untuk mendalami lima keutamaan Vinsensian dan sejarah terbentuknya Misi Umat oleh Santo Vinsensius sendiri. Bagi peserta, bekal retret yang diberikan oleh Bruder Emon CM sangat membantu mereka untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Vinsensian dalam karya misi di Paroki Resapombo secara khusus, dan penghayatannya seumur hidup dalam arti umum. Retret dilaksanakan mulai 13 s.d. 15 Juli 2022. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan, sampai-sampai beberapa dari tim misionaris lupa untuk silentium (menjaga keheningan) selama mengikuti retret.
Sebenarnya, retret persiapan MUV telah selesai pada retret hari kedua. Sisa waktu sebelum keberangkatan didedikasikan untuk mematangkan strategi-strategi misi yang sudah dirancang oleh masing-masing tim. Romo Fredi CM meminta para ketua tim misionaris untuk lebih sering berkoordinasi dengan tim masing-masing supaya perencanaan yang sudah dibentuk dapat semakin matang dan berdayaguna bagi umat.
Pelaksanaan
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pada Jumat, 15 Juli 2022, kira-kira pk. 08.00, rombongan misionaris berangkat menuju Paroki Resapombo dengan menggunakan 4 mobil ELF dan 1 mobil tim inti MUV. Perjalanan menghabiskan waktu 2 jam. Setibanya di Paroki Resapombo, penyambutan sekaligus suasana hangat yang dihadirkan umat begitu terasa. Mereka nampak bahagia akan kehadiran para misionaris yang siap untuk melegakan mereka yang dahaga akan sapaan pastoral. Setelah beramah tamah dan santap siang di Aula Paroki, para misionaris dan perwakilan stasi mengikuti Perayaan Ekaristi pembukaan MUV. Romo Nyoto Basuki Pr, Kepala Paroki Resapombo, bertindak sebagai selebran utama, didampingi Romo-romo Fredi CM, Gros CM, Ignas Suparno CM, Novan CM, Greg Nugroho CM, Stanis CM, dan Suhartoyo Pr sebagai konselebran. Momen dimana para misionaris direciki dengan air suci oleh Romo Fredi CM di akhir misa, menandakan bahwa para misionaris resmi diutus pergi ke stasi-stasi untuk melaksanakan misi. Selepas misa, para misionaris bergabung dengan tim-tim stasi yang siap mengantar mereka ke medan misi.
Serba-serbi

Dua kegiatan utama dari MUV adalah perayaan Ekaristi dan penerimaan sakramen tobat bagi umat. Namun, ada beberapa kegiatan pendukung lainnya, misalkan kunjungan umat, pendampingan-pendampingan khusus, pertemuan umat, terlibat langsung dalam aktivitas umat sehari-hari, dan masih banyak lagi. Waktu sepuluh hari dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh misionaris untuk bermisi sesuai konteks dan latar belakang masing-masing stasi yang berbeda-beda. Ada yang membantu mencari ramban (rerumputan segar untuk pakan ternak), berjualan makanan di pasar, membuat batako, membersihkan Goa Maria, panen sayur dari kebun organik, dan masih banyak serbaneka kegiatan yang dilakukan oleh para misionaris.
Dalam kurun waktu sepuluh hari itu, umat mengikuti tiga pertemuan dengan sub tema yang berbeda-beda. Tema utama yang diusung dalam MUV kali ini sejalan dengan arah dasar Keuskupan Surabaya 2019-2029, yaitu “Lingkungan sebagai Akar Pendewasaan Paroki”. Tema itu diharapkan mampu merangsang pertumbuhan lingkungan dan stasi-stasi sebagai modal dasar untuk mendewasakan paroki. Pada saat pertemuan umat, para misionaris telah menyiapkan materi berupa bacaan dan renungan yang berdasarkan pada Kitab Suci, gerak dan lagu, serta permainan sederhana yang menunjang materi. Baik misionaris maupun umat, semuanya mengikuti pertemuan dengan penuh sukacita.
Tidak lupa, ada sebuah kelompok misionaris yang disebut “tim kategorial”. Apa misi mereka dalam MUV ini? Mereka, yang berisikan para frater CM, frater Projo, suster PK, SDP, ALMA, PMY, dan beberapa mahasiswi IPI, bertugas untuk memberikan pembinaan kepada kelompok BIAK, Rekat, dan OMK mulai dari Paroki hingga ke stasi-stasi. Tugas mereka jauh lebih beragam dan boleh dikata berat, sebab masing-masing dari mereka mesti pergi ke stasi-stasi untuk juga membina BIAK, Rekat, dan OMK yang ada di sana. Di samping itu, mereka juga turut berpartisipasi dalam acara camping yang diselenggarakan oleh OMK di Paroki pada dua hari pertama pelaksanaan MUV. Itu artinya mereka juga membantu segala persiapannya, mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan api unggun, menggelar tikar, mengatur sound system dan masih banyak lagi.
Penutupan
Tidak terasa, hari terakhir pelaksanaan MUV akhirnya datang juga. Sebelum berkumpul di Paroki, para misionaris telah berpamitan seraya mengucapkan terima kasih kepada umat di stasi-stasi. Mereka begitu gembira sebab umat sungguh-sungguh antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian MUV. Umat pun berterima kasih atas kunjungan pastoral yang dilaksanakan tim misionaris. Pukul 10.30, diadakan perayaan Ekaristi penutupan MUV. Romo Frensius Suprijadi CM, sekretaris provinsi CM Indonesia, bertindak sebagai selebran utama, didampingi oleh Romo-romo Nyoto Basuki Pr, Suhartoyo Pr, Stanis CM, Novan CM, Gros CM, dan Fredi CM. Setelah menikmati sajian kreatif dari Paroki dan santap siang bersama, para misionaris kembali ke Malang. Dengan demikian, MUV 2022 selesai dilaksanakan. Sampai jumpa di MUV 2023 yang dilaksanakan di Paroki Santo Hilarius, Klepu, Kabupaten Ponorogo! Salam Vinsensian.
