Oleh : Benedictus Eric Hariyanto, CM
Keluarga Vinsensian di Malang Raya, pada tahun ini, sangat bersyukur kepada Tuhan, sebab dengan melandainya tingkat penularan virus corona, kami dimungkinkan untuk mengadakan acara komunitas yang sudah dua tahun ini terpaksa ditiadakan. Momen berharga itu kami manfaatkan dengan menggelar Perayaan Ekaristi dan Ramah Tamah bersama seluruh komunitas yang tergabung dalam Keluarga Vinsensian di Malang Raya ini. Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyemarakkan hari raya Santo Vinsensius yang jatuh pada 27 September setiap tahunnya.
Suasana hangat dan guyub
Tahun ini, perayaan “Vinsensiusan” diselenggarakan pada Minggu, 02 Oktober 2022, dengan komunitas para frater Bunda Hati Kudus (BHK) di Tidar-Malang sebagai tuan rumah bagi terselenggaranya acara tersebut. Selain Komunitas BHK sebagai tuan rumah, hadir pula komunitas-komunitas lain seperti ALMA Putera dan Puteri, mahasiswa/i STP IPI Malang, susteran PK “Marguerite Nasseau” Gempol, Serikat Sosial Vinsensius (SSV) dari berbagai konferensi, dan para frater CM. Rangkaian acara hari itu diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Romo Antonius Sad Budianto, CM. Dalam Ekaristi, Romo Sad Budi, sapaan akrabnya, didampingi oleh Romo Yustinus, CM. Perayaan Ekaristi disemarakkan dengan nyanyian-nyanyian yang dibawakan dengan semangat bergelora persembahan dari Komunitas ALMA Putera. Setelah Ekaristi usai, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat dan tampilan “yel-yel” yang cukup menarik dari tiap-tiap komunitas Vinsensian yang hadir. Pada momen yang sama, perwakilan komunitas juga menyelipkan alasan yang mendasari komunitas bersangkutan menjadi anggota Keluarga Vinsensian. Semuanya menarik dan tidak jarang mengundang gelak tawa karena gurauan-gurauan ringan yang cukup menyemarakkan suasana. Acara disempurnakan dengan jamuan makan siang sederhana, dan ditutup dengan gerak dan lagu “ja`i” yang tidak pernah ketinggalan untuk meramaikan setiap acara.
Harapan menatap hari depan
Dalam homilinya, Romo Sad Budi menggarisbawahi pentingnya komunikasi antarkomunitas yang tergabung dalam Keluarga Vinsensian. Beliau mengatakan bahwa melalui komunikasi, dan hanya melalui komunikasi, sebuah komunitas dapat bergerak bersama untuk meraih tujuan yang ingin dicapai. Apa yang ingin dicapai oleh Keluarga Vinsensian ini? Tentu selain mengembangkan sinergi dalam karya berdimensi karitatif, Keluarga Vinsensian juga ingin membangun sinergi dalam aspek formatio (pembinaan) Vinsensian. Selain karena ingin mengembangkan sinergitas, kerjasama dalam bingkai formatio Vinsensian diproyeksikan juga untuk menggali, menemukan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Vinsensian dalam dunia pastoral secara konkret. Selain itu, masih dalam homilinya, Romo Sad Budi juga mengusulkan adanya pembinaan bagi mahasiswa/i Katolik yang umumnya sedang studi di kampus-kampus se-Malang raya. Mereka biasanya datang jauh-jauh dari daratan Flores (NTT, NTB, dan masih banyak lagi) dan sangat membutuhkan pembinaan, baik dari segi rohani maupun softskills atau hardskills yang relevan dengan permintaan zaman. Ini masih sebuah harapan. Ke depannya, harapan ini semoga menjadi kenyataan.
Semua komunitas berharap, acara-acara seperti ini rutin diadakan. Bukan karena ingin sekedar berkumpul, tetapi karena hasrat untuk semakin memperkuat keguyuban dan kekompakan antar komunitas yang menjadi anggota Keluarga Vinsensian. Keguyuban dan kekompakan yang diharapkan sangat menentukan tercapainya suatu tujuan yang telah dirancang bersama. Semoga!! Salam Vinsensian.