Memperkenalkan Tuhan

pexels-bertellifotografia-2868224

Memperkenalkan Tuhan

Masa Natal
Yohanes 1: 19 – 28

Pernahkah kita memperkenalkan Tuhan/Allah kepada orang di sekitar kita? Bagaimana caranya memperkenalkan-Nya kepada mereka? Tentu saja pernah. Bahkan itu mungkin sering kita hidupi setiap saat. Kapan? Saat kita melakukan tindakan kasih kepada semua orang. Bahkan tindakan kasih sekecilpun itu. Memberi salam, senyum, dan sapa. Tindakan dasar kita bahwa kita telah menunjukkan Allah yang mengasihi dan peduli. Oleh karena itu, tindakan kasih menjadi nyata saat kita mau memperkenalkan Allah yang kita imani.

 

Memperkenalkan Tuhan telah dicontohkan oleh Yohanes Pembaptis. Ia mengenali dan mengakui Yesus sebagai “Anak Allah” dan “Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Yohanes Pembaptis mengakui Yesus sebagai Anak Allah, menunjukkan pentingnya mengenali dan mengakui kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Pengenalan Yohanes ini tidak mungkin terjadi apabila dia sendiri tidak mengenal Yesus secara lebih mendalam. Maka dari itu, dia tahu siapa Yesus, misi hudup-Nya, dan hal-hal besar yang dilakukan oleh Yesus. Bahkan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.”

 

Memperkenalkan Tuhan akan tercipta apabila kita pertama-tama mau dan bersedia. Tanpa keinginan dan kemauan, kita hanya melakukan hal-hal yang dirasa biasa saja. Apabila kesediaan itu mendorong kita untuk memperkenalkan Tuhan, maka kita juga berusaha menggali nilai-nilai hidup yang berasal dari Tuhan. Cerminan tindakan kita berasal dari Tuhan yang sudah kita kenal. Hanya melalui kesadaran inilah kita selalu ingat, bahwa apa yang kita katakan, kita perbuat, kita pikirkan seharusnya sesuai dengan cara kerja Allah. Dengan cara itu, kita memperkenalkan Tuhan bagi siapapun yang kita jumpai. Pada akhirnya, kita mengikuti cara kerja Allah yang memperkenalkan dirinya melalui orang-orang miskin yang kita jumpai.

Category: