Dalam pertemuan antar pimpinan Lembaga religious atau RAPAT KOPTARI tahun 1995 Frater Yan Koppens, CMM dan Rm. Hardjodirono, CM berbincang-bincang tentang kongregasi dan kelompok-kelompok awam Indonesia yang bergerak dalam semangat Santo Vinsensius. Gagasan itu dilanjutkan dengan sebuah pertemuan yang dihadiri beberapa perwakilan kongregasi pada tahun 1996. Benih yang tumbuh itu mengembang ke penemuan demi penemuan kelompok-kelompok religius dan awam yang berjalan di Indonesia dengan teladan dan semangat St Vinsensius.
Pada perkembangannya digagas upaya pembinaan berkala dalam rupa persiapan kaul bersama mulai tahun 2009, pertemuan bina lanjut kelompok Medior Kevin, pertemuan bina lanjut kelompok Senior Kevin, dan hari-hari studi berbagai kelompok. Bahkan pandemi sepanjang 2020-2022 telah menginspirasi cara baru untuk melakukan pembinaan-pembinaan secara virtual dalam skop yang sangat luas.
Di samping pertemuan bina lanjut dan aneka studi tersebut, pengurus dan formatores melakukan kunjungan ke berbagai rumpun Keluarga Vinsensian yang tersebar di seluruh Indonesia. Kunjugan silaturahmi yang telah terjadi menjadi upaya nyata menyadari adanya tali pengikat dan cinta yang mendorong, sehingga aneka kelompok bisa bersatu. Tali pengikat itu adalah hidup, gagasan dan teladan St. Vinsensius a Paulo, bapa kaum papa.
Tak sia-sia, benih vinsensian yang ditanam di bumi Nusantara telah berkembang dalam wujud 22 cabang Keluarga Vinsensian, yang terdiri atas 14 tarekat religius dan 8 kelompok vinsensian awam.