
Salah satu wujud kasih
yang sangat besar adalah kemampuan kita mengampuni
Peringatan Wajib St. Perawan Maria, Ratu
Mat 22:34-40
Kata cinta, kasih sudah sangat akrab di telinga kita. Bahkan, kadang-kadang tidak memberi arti yang memberi pengaruh dalam hidup. Injil hari ini menekankan tentang hukum yang pertama dan utama; KASIH. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa saya cukup mengasihi Allah saja. Kita harus mewujudkan kasih kepada Allah dalam diri sesama. Kasih selalu membawa pengaruh positif kepada diri kita maupun diri orang lain yang kita kasihi. Salah satu wujud kasih yang sangat besar adalah kemampuan kita mengampuni.
Mengampuni bukan berarti bahwa kita tidak mengalami sesuatu yang membawa rasa sakit, marah, dendam, terluka, dll., tetapi karena kasih lebih besar daripada penderitaan atau rasa sakit yang dialami.
Kemampuan kita untuk mengasihi bergantung pada Sang Sumber Kasih itu sendiri. Semakin kita membangun relasi personal denganNya, kita dimampukan untuk mengasihi. Sebaliknya, semakin kita mencintai sesama, semakin kita dekat dengan Tuhan. Mengasihi sesama berarti memberi perhatian kepada sesama dengan kebaikan, bela rasa, respek dan peduli. Hal ini menjadi tantangan bagi kita di zaman ini yang semakin menunjukkan pengaruh egoism. Maka marilah kita selalu memohon bimbingan Roh Kudus, agar kita dimampukan untuk mengasihi. Tuhan memberkati kita.