
Perbuatan memberikan efek yang lebih besar daripada perkataan
Hari Sabtu Pekan Biasa XX
Mat 23:1-12
Orang jujur dan rendah hati semakin sulit kita temukan di zaman ini. Kita ditantang untuk memeriksa motivasi kita dalam melakukan sesuatu. Apakah kita melayani orang lain atas motivasi yang tulus atau ada alasan lain yang tersembunyi?
Yesus mengajak kita untuk mengutamakan rasa hormat dan kerendahan hati dalam relasi kita dengan orang lain. Kita perlu menyadari bahwa kebaikan yang benar terbentang ketika kita melayani orang lain dengan bela rasa dan kebaikan. Kita diundang untuk melayani orang lain dengan sikap bela rasa, hormat kepada setiap pribadi dan dengan cinta.
St. Vinsensius A Paulo dalam salah satu keutamaannya yakni simplicitas, mengajak kita untuk mencintai hidup sederhana. Simplicitas secara sederhana dipahami sebagai apa adanya, kualitas seseorang yang menampilkan kesesuaian apa yang dipikirkan dan dirasakan dengan tindakan dan sikap. Tidak ada hal yang dibuat-buat agar orang lain memberikan rasa hormat dan simpati. Simplicitas adalah keutamaan yang membuat hidup kita lepas bebas, tidak ada yang perlu disembunyikan atau kita sebut dengan agenda tersembunyi.
Injil hari ini menceritakan Yesus mengajak pada muridNya untuk mengikuti dan menghidupi ajaran dan perbuatan yang benar. Apa yang diajarkan oleh orang Farisi dan Ahli Taurat adalah benar. Akan tetapi, mereka menjadi batu sandungan karena mereka hanya mengajarkan tanpa melakukan. Saudara/i yang terkasih, dalam hidup sehari-hari kita juga terkadang hidup seperti orang Farisi, mengatakan hal-hal baik tetapi kita tidak dapat memberikan teladan hidup yang benar. “Perbuatan memberikan efek yang lebih besar daripada perkataan”.