
BIJAK MENILAI ZAMAN
Peringatan St. Luigi Guanella, S.d.C.
(Orang Kudus Vinsensian)
Lukas 12:54-59
Hari ini, kita semua mengarahkan hati dan pikiran kita pada apa yang diwartakan dalam Injil Lukas yang mengajak kita untuk mengembangkan ketajaman, dalam menilai tanda dan perubahan zaman. Lalu bagaimana caranya? Hal ini menjadi pertanyaan kritis untuk kita pikirkan saat kita membaca isi bacaan injil hari ini. Mengapa? karena Yesus sendiri pun mengungkapkan hal yang sama kepada banyak orang. Dia mengatakan bahwa rupa bumi dan langit dapat mereka nilai. Mereka tahu kapan akan datang hujan dan kapan hari panas terik. Namun mereka tidak tahu bagaimana menilai zaman, dan mereka pun tidak mampu memutuskan sendiri mana yang benar.
Apa yang disampaikan Yesus dalam Injil Lukas hari ini, mengingatkan kita untuk bijak menilai zaman dengan mengenali tanda-tanda kedatangan Kerajaan Allah. Yesus dengan tegas menegur orang banyak yang begitu pandai mengenali tanda-tanda alam, tetapi tidak mampu mengenali tanta-tanda Kerajaan Allah yang sudah hadir diantara mereka melalui diri-Nya. Hal ini terjadi karena hati mereka begitu tertutup, tidak mau mengakui dan menerima Yesus sebagai Juru selamat. Perumpamaan tentang mendamaikan diri dengan lawan sebelum ke pengadilan, menekankan betapa pentingnya rekonsiliasi dengan Allah melalui Yesus Kristus, sebab kita tidak mampu membayar lunas tuntutan dosa kita sendiri. Hanya melalui pengorbanan Yesus, yang menanggung murka Allah atas dosa, kita dapat berdamai dengan Allah.
Yesus sungguh menjadi tanda kehadiran Allah. Kita semua dipanggil untuk sungguh beriman dan percaya kepada Yesus, mengakui bahwa waktu untuk rekonsiliasi dengan Allah sangat terbatas. Kita harus mengembangkan ketajaman rohani untuk melihat dan memahami tanda-tanda zaman, tidak hanya terpaku pada hal duniawi, dan mengabaikan yang kekal. Semoga Tuhan memberkati kita.