
Melayani dengan Hati yang Rendah
Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours
Lukas 17:7-10
Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan,
Yesus mengajarkan bahwa seorang hamba sejati tidak menuntut pujian atas tugasnya. Setelah melakukan kewajiban, ia hanya berkata, “Kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” Melalui perumpamaan ini, Yesus mengingatkan para murid dan kita untuk melayani Tuhan dengan hati yang tulus, bukan untuk mencari penghargaan.
Dalam hidup beriman, mudah bagi kita untuk merasa “berjasa” karena sudah berbuat baik, kurang lebih aktif di gereja, atau menolong orang lain. Namun Yesus mengingatkan bahwa semua kebaikan itu adalah anugerah dan tugas kasih. Segala yang kita miliki berasal dari Allah; maka melayani bukanlah beban, tetapi tanggapan syukur atas kasih Tuhan.
Santo Martinus dari Tours menjadi contoh nyata: ia seorang prajurit yang dengan kerendahan hati membagi jubahnya kepada seorang miskin, lalu menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan sebagai uskup. Ia melayani bukan karena ingin dipuji, tetapi karena cintanya kepada Kristus.
Bagaimana kita menerapkannya? Kita diajak: Melayani Tuhan dan sesama dengan rendah hati, tanpa menuntut imbalan. Melihat setiap perbuatan baik sebagai wujud kasih, bukan pencapaian pribadi. Meneladani Santo Martinus: sederhana, rela berbagi, dan penuh belas kasih karena di dalam setiap pelayanan kecil, Tuhan hadir dan dimuliakan. Berkat Tuhan menyertai kita. Amin.