
Dipersatukan dalam Kasih Kristus
Peringatan Wajib St. Yosafat
Lukas 17:11-19
Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam doa-Nya sebelum sengsara, Yesus tidak hanya berdoa untuk para murid, tetapi juga untuk semua orang yang akan percaya kepada-Nya melalui pewartaan mereka. Ia memohon agar semua orang percaya hidup dalam kesatuan, seperti kesatuan antara Bapa dan Anak. Yesus ingin agar kasih Allah tampak nyata di tengah dunia melalui persatuan umat-Nya.
Yesus tahu bahwa perpecahan dan kebencian bisa menghancurkan kesaksian iman. Karena itu, Ia berdoa agar Gereja tetap bersatu dalam kasih. Persatuan bukan berarti semua harus sama, tetapi saling menerima dalam kasih dan pengertian.
Santo Yosafat, Uskup dan Martir, menjadi teladan nyata dari doa Yesus ini. Ia berjuang keras untuk mempersatukan umat Kristen Timur dan Barat yang terpecah, walaupun akhirnya ia dibunuh karena kesetiaannya pada persatuan Gereja. Hidupnya menjadi tanda kasih dan pengorbanan demi kesatuan umat Allah.
Bagaimana kita menerapkannya? Kita diajak: Membangun persatuan di dalam keluarga, lingkungan, dan Gereja. Tidak mudah menilai atau memecah belah karena perbedaan. Mengutamakan kasih dan pengampunan dalam setiap relasi. Seperti Santo Yosafat, berani menjadi pembawa damai meski harus berkorban. Kesatuan bukan hanya tugas pemimpin Gereja, tetapi panggilan setiap orang beriman. Berkat Tuhan menyertai kita. Amin.