Menuju Hidup yang Kekal

pexels-tuan-phan-2156993475-34600810

Menuju hidup yang kekal

Peringatan Wajib St. Sesilia
 Lukas 20:27-40

“Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah…” 

 

Manusia, termasuk kita, kadang menjadi lucu karena menggunakan pikiran kita yang terbatas untuk membayangkan Allah dan ke-Allah-anNya yang tidak terbatas. Allah yang Maha besar kita paksa masuk dalam kepala kita yang kecil. Namun hari ini Tuhan menjelaskannya kepada kita semua bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kekal tidaklah sama dengan dunia kita yang fana ini.

Injil hari ini ditegaskan oleh Tuhan, bahwa hidup manusia tidak berakhir pada kematian tubuh, karena akan ada kebangkitan dan kehidupan baru setelahnya bagi orang-orang yang dianggap layak oleh Tuhan. Dan mereka tidak akan mati lagi. Maka untuk bisa dianggap layak oleh Tuhan, kita tidak boleh lagi hidup sekehendak hati kita, tetapi melakukan hanya apa yang dikehendaki Allah. Dan karena Allah adalah kasih, maka kasihlah yang menjadi ukuran kelayakan kita dihadapan Allah. Mengasihi alam ciptaan dan mengasihi sesame terutama mereka yang miskin dan menderita.


“Tak ada jalan yang lebih baik untuk menjamin kebahagiaan abadi kita daripada dengan hidup dan mati dalam pelayanan bagi orang miskin, dalam tangan Sang Penyelenggara Ilahi, dan dalam penyangkalan diri yang nyata dengan mengikuti Yesus Kristus.”

(SV III, 392 – 4 Desember 1648)

 

Sudahkah kita berbuat kasih hari ini..? 

 

Tuhan memberkati.

Category: