
Hati yang jernih
Pesta St. Yohanes, Rasul Penginjil
Yohanes 20:2-8
Yohanes berlari menuju makam bukan hanya dengan langkah kaki, tetapi dengan kerinduan yang lahir dari mata hati yang peka. Ia tidak segera masuk, karena hatinya sedang belajar membaca tanda-tanda Allah dengan ketenangan. Ketika melihat kain kafan terletak rapi, ia menangkap lebih dari sekadar bukti fisik. Ia melihat kehadiran Allah yang bekerja dalam keheningan dan misteri kebangkitan.
Mata hati Yohanes membuatnya mampu percaya bahkan sebelum melihat Yesus yang bangkit. Ia percaya bukan karena bukti yang lengkap, melainkan karena cinta yang telah lama ia hidupi bersama Guru yang dikasihinya. Cinta itu membuka kedalaman batinnya untuk mengenali kehadiran Allah yang tidak tampak. Begitulah mata hati bekerja: ia melihat apa yang mata lahir sering lewatkan.
Pada pesta St. Yohanes ini kita diajak melatih mata hati untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman sehari-hari. Tanda-tanda kecil, peristiwa sederhana, atau keheningan batin dapat menjadi tempat Tuhan menampakkan kasih-Nya. Kita hanya perlu hati yang jernih dan peka seperti Yohanes untuk menangkap hadirnya Allah di balik setiap peristiwa. Semoga mata hati kita semakin mampu melihat dan percaya, sehingga hidup kita berubah menjadi kesaksian tentang kebangkitan Kristus.