
ALLAH MENGHENDAKI KESELAMATAN UNTUK SEMUA
Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
Matius 2:13-15,19-23
Salam Vinsensian sahabat Rehavin yang terkasih dalam Kristus dan Selamat Natal.
Mendengarkan Sabda Tuhan yang menceritakan perjalanan Yusuf dalam menjaga Keluarga Kudus, membawa kita pada salah satu bagian yang penting yang menjadikan keluarga Yesus, Maria dan Yusuf menjadi kudus yaitu sikap “mendengarkan Allah”. Dalam hal ini, kalau kita melihat secara keseluruhan perjalanan iman masing-masing pribadi yang ada di dalam Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Yusuf, maka kita bisa menemukan dan memahami bahwa Keluarga Kudus adalah buah dari ketaatan pada kehendak Allah yang kunci utamanya adalah “mendengarkan Dia”. Sikap mendengarkan kehendak Allah tidak bisa lepas dari sikap saling mendengarkan diantara anggota Keluarga Kudus karena jika tidak ada saling mendengarkan maka kemungkinan besar kehendak Allah tidak akan terwujud.
Dalam perjalanan iman Yusuf sebagai kepala keluarga yang menghadapi banyak tantangan dan kesulitan dalam menjaga keselamatan Yesus, tampak tanggung jawab yang sangat besar dan itu terungkap dalam setiap pilihan yang diambilnya. Situasi pelarian dari satu tempat ke tempat yang lain juga mengungkapkan bahwa betapa besar dan mendalamnya iman yang dimiliki Yusuf kepada Allah sehingga dia mampu mendengarkan dan melakukan kehendak Allah sekalipun kehendak itu datang melalui mimpi.
Mendengarkan kehendak Allah bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihidupi ketika fokus terbesar dalam diri seseorang adalah dirinya sendiri. Tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkin untuk dijadikan pilihan dan dipertanggungjawabkan selama ada kepercayaan dan kebergantungan yang besar pada Allah karena Dialah yang akan menyelenggarakan sarana penuh Rahmat, yang mendatangkan kebaikan dan keselamatan bagi banyak orang melalui kesiapsediaan dalam ketaatan kita untuk mendengarkan bimbinganNya, sebagaimana yang dialami Keluarga Kudus, yang tidak pernah ditinggalkan Allah dalam perjalanan menerima dan membawa keselamatan bagi banyak orang dan bagi dunia. Sikap mendengarkan kehendak Allah juga menjadi perjalanan panjang bagi St. Vinsensius yang kemudian membawa pribadinya berada dalam kepercayaan yang sangat besar dan mendalam akan Penyelenggaraan Ilahi dalam seluruh gerak pemberian dirinya.
Mari, selalu berusaha dan memelihara keadaan kita yang terhubung dengan Allah sehingga kita selalu memiliki kepekaan dalam mendengarkan Dia demi warta keselamatan yang menjadi bagian dari panggilan kita masing-masing, apapun bentuk panggilan yang kita terima.
Tuhan memberkati kita semua.