
Berjalan Bersama Tuhan
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
Markus 6:34-44
Perutusan yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya tampak begitu mustahil. Hal itu mustahil karena Yesus meminta mereka untuk memberi makan lima ribu orang dengan kondisi para murid yang hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Ketika kita coba renungkan, mungkin kita pernah berada dalam pemikiran yang mustahil terhadap tempat pelayanan di mana kita diutus. Kemustahilan bisa disebabkan oleh dinamika umat yang sulit atau terbatasnya fasilitas, serta medan yang sulit untuk ditempuh.
Peristiwa ini digunakan oleh Yesus untuk menumbuhkan iman para murid tentang Tuhan yang hadir. Jika kita membayangkan betapa bingungnya para murid yang menerima perutusan itu. Tetapi berangkat dari peristiwa yang dipenuhi oleh keterbatasan, mereka tahu bahwa Tuhan hadir dan berjalan bersama mereka.
Kondisi pelayanan yang sulit menuntun kita untuk selalu bersandar pada Tuhan. Dari permenungan akan Sabda Tuhan hari ini, kita diundang untuk selalu berjalan bersama Tuhan. Apabila kita terlalu mengandalkan diri sendiri, pemikiran kita terbentur oleh kemustahilan yang melahirkan keputusasaan. Iman ditumbuhkan Tuhan dengan aneka kesulitan yang kita alami.
Berangkat dari permenungan ini, kita diajak untuk memaknai situasi sulit di dalam hidup kita. Berjalan bersama Tuhan membantu kita untuk mengalahkan keputusasaan dan menjadikan hidup kita suatu kesaksian bagi mereka yang kehilangan pengharapan. Tuhan menyiapkan diri kita menjadi anak-anak terangnya dengan situasi yang sulit. Supaya kelak ketika kita dipertemukan dengan anak-anak-Nya yang jatuh ke dalam kegelapan karena kegagalan dan kepahitan hidup, kita dapat membawa terang itu dan menuntunnya kembali ke dalam terang.