Menyadari Kehadiran Tuhan

water-different-environments

Menyadari Kehadiran Tuhan

Peringatan St. Raimundus dari Penyafort
Markus 6:45-52

Iman setiap orang diuji ketika mengalami situasi hidup yang membuatnya takut, khawatir, atau putus asa. Hal yang sama dialami oleh para murid ketika diterjang badai di tengah danau. Mereka dipenuhi oleh kekhawatiran hingga tidak bisa mengenali Tuhan yang datang. Situasi yang sama mungkin pernah kita alami ketika banyak hal yang membuat kita khawatir hingga kita kurang percaya akan penyertaan Tuhan.

Hidup manusia adalah sebuah peziarahan untuk selalu mengenal kehadiran Tuhan. Sabda Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk tidak larut dalam rasa khawatir. Kita diundang untuk menyadari Tuhan yang menyertai di setiap langkah hidup sehari-hari. Ketika Yesus melihat para murid ketakutan, Ia berkata “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Apa yang dialami oleh para murid memberi pesan kepada kita bahwa di dalam kekhawatiran, hendaknya kita tetap memberi ruang lebih besar untuk iman. 

Tuhan selalu menyediakan pertolongan bagi anak-Nya yang tetap bersandar pada-Nya. St. Raimundus dari Penyanfort adalah seorang imam dan teolog. Di tengah gempuran serangan terhadap iman katolik, dia mungkin khawatir tetapi ia tetap menyediakan ruang bagi imannya. Alhasil ia dapat merenungkan Tuhan yang hadir dan membantu sehingga ia dapat menuntun umat kembali kepada keteguhan iman.

Semoga dari permenungan hari ini, kita dapat mengalahkan kekhawatiran dengan iman yang teguh. Tuhan selalu menyertai perjalanan hidup anak-anak-Nya, kita hanya perlu menyadari kehadiran-Nya yang memberikan ketenangan. Tuhan selalu memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya dan dengan cara yang tidak terduga.

Category: