
Iman yang menyelamatkan kita
Peringatan Para Martir Revolusi Perancis di Arras
dan Dax; Peringatan Bt. Némésia Valle, S.D.C.
(Orang Kudus Vinsensian)
Matius 8:1-4
Saudara-saudariku, pernahkah dalam suatu kesempatan mengalami ketakutan dan kegelisahan dalam hidup? Merasa gak pantas dekat pada Yesus karena selalu dan terlalu sering berbuat dosa. Saudara-saudariku, hari ini orang kusta berjumpa dengan Yesus. Dengan penuh keraguan para kusta sampai bertanya “maukah engkau?”
Karena pada zaman itu, penderita kusta dijauhi dan dianggap najis. Namun, Yesus tidak menjauh. Ia justru mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu sambil berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga orang tersebut sembuh.
Terkadang kita juga demikian, saudara-saudari vinsensian. Kita merasa tak pantas, merasa tak layak berdoa dan memohon hal yang urgent kepada Tuhan. Padahal Tuhan selalu siap, Tuhan yang melayakkan kita senantiasa sepanjang hidup kita. Kalau iman kita percaya, maka Tuhan selalu sertai dan sembuhkan.
Maka, marilah kita belajar seperti orang kusta itu: berani mendekat kepada Yesus dan percaya bahwa Tuhan selalu mendengarkan doa-doa kita. Mungkin jawaban Tuhan tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi kasih dan penyertaan-Nya tidak pernah meninggalkan kita.