Persiapkanlah Jalan Bagi Tuhan

pexels-atiek-arief-2154698689-38021631

Persiapkanlah jalan bagi Tuhan

Hari Raya Kelahiran St. Yohanes Pembaptis
Lukas 1:57-66,80

Elisabet melahirkan seorang putra. Saat hari kedelapan, tetangga dan kerabat ingin menamainya Zakharia, sesuai nama ayahnya. Namun Elisabet berkata: “Tidak! Namanya harus Yohanes.” Maka Zakharia, yang sebelumnya bisu, langsung dapat berbicara kembali dan memuji Allah. Anak itu tumbuh dan menjadi kuat rohani; ia tinggal di padang gurun sampai hari tampil di hadapan orang Israel.

  

Hari ini kita merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Ia dipilih Allah sejak dalam kandungan untuk menjadi suara yang berseru: “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan!” Ia hidup sederhana, rendah hati, dan selalu berkata: “Ia harus semakin besar, aku semakin kecil”, ini adalah bentuk sikap rendah hati yang dimiliki oleh Santo Yohanes Pembaptis.

 

Sebagai orang muda, kita mempunyai banyak sosok teladan seperti Bunda Maria, Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Vinsensius; Bunda Maria; Ia percaya penuh pada rencana Allah, menyimpan segala hal dalam hatinya, dan selalu menuntun kita kepada Yesus. Dari Santo Yohanes Pembaptis, kita dipanggil menjadi terang, bukan untuk dipuji, tapi agar orang lain melihat Yesus melalui hidup kita. Semangat Santo Vinsensius mengajarkan kita untuk hidup sederhana, rendah hati, dan melayani sesama, terutama yang membutuhkan.

 

Sama seperti Yohanes diberi nama sesuai kehendak Allah, kita juga punya panggilan khusus. Di tengah kesibukan sekolah dan kegiatan kita, kita bisa “mempersiapkan jalan Tuhan” dengan: 1) Berdoa setiap hari bersama Bunda Maria, 2) Jujur dan berkata benar, 3) Menolong teman yang kesulitan, 4) Hidup sederhana dan tidak sombong.

 

Yohanes menjadi besar bukan karena kekuatannya sendiri, tapi karena ia membiarkan Allah bekerja di dalam dirinya. Begitu juga kita; bersama Bunda Maria, kita pun bisa menjadi anak yang berkenan di hati Allah.

Category: