Time to Upgrade

pexels-bugra-ozcan-237904777-18634806

TIME TO UPGRADE

Peringatan Bt. Petrus Giorgio Frassati, S.S.V.P.
(Orang Kudus Vinsensian)
Matius 9:14-17

Di zaman digital ini kita pasti akrab dengan istilah upgrade. Kita rajin memperbarui sistem operasi (OS) smartphone kita agar tidak lemot dan bisa menjalankan aplikasi terbaru. Kalau OS lama dipaksakan menjalankan aplikasi berat masa kini, yang ada handphone kita bakal hang.

Dalam Injil hari ini (Mat 9:14-17), murid-murid Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus dan protes: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Mereka terjebak pada aturan main yang lama (rutinitas agama yang kaku), sementara Yesus datang membawa sesuatu yang sepenuhnya baru: sebuah hubungan kasih yang hidup. Yesus menjawab mereka dengan perumpamaan tentang kain yang baru dan kantong kulit yang baru. 

 

Dari perikop ini Yesus mengajarkan kepada kita bahwa Mengikut Yesus itu adalah sebuah petualangan iman yang penuh sukacita karena kita berjalan bersama “Sang Pengantin” yaitu Yesus sendiri. Doa, Ekaristi dan pelayanan kita harusnya lahir dari rasa cinta, bukan dari rasa terpaksa atau sekadar formalitas agama. Mengikut Yesus itu tidak bisa setengah-setengah. Kita tidak bisa menjalani hidup baru sebagai anak Tuhan, tetapi masih suka “menambalnya” dengan kebiasaan-kebiasaan buruk masa lalu kita yang toxic. Misalnya: suka nge-gossip, menyebarkan hoax, curang di tempat kerja. Komitmen kepada Yesus menuntut sebuah perubahan yang total, bukan sekadar tambal sulam karakter.

 

Kantong kulit adalah hati, pikiran, dan gaya hidup kita. Tuhan punya masa depan yang luar biasa buat kita. Tapi pertanyaannya: Apakah kapasitas hati kita sudah di-upgrade? Kita tidak akan bisa menerima berkat masa depan kalau kantong hati kita masih menyimpan amarah dan dendam masa lalu.

 

​Kita tidak akan bisa menangkap visi Yesus yang besar kalau cara berpikir kita (mindset) masih dipenuhi rasa minder, malas, dan mengasihani diri sendiri. Semoga Roh Kudus memperbarui “kantong kulit” hidup kita setiap hari. Buang semua mindset lama yang kaku, egois, dan malas.

 

​Jadilah kantong kulit yang baru yang fleksibel, mau dibentuk, dan siap dipimpin oleh Rahmat Tuhan. Ketika hidup kita menjadi baru, Tuhan akan mencurahkan “anggur baru-Nya” yaitu sukacita dan kebahagiaan sejati.

Category: