Apakah ada “Yudas” dalam Diri Kita?

pexels-judita-ju-6461594-5989643

Apakah ada “Yudas”
dalam diri kita?

Hari Rabu dalam Pekan Suci
Matius 26:14-25

Saudara-saudari umat beriman yang terkasih dalam Tuhan. Injil hari ini menyoroti pengkhianatan Yudas Iskariot demi 30 uang perak di tengah perjamuan Paskah. Yudas menjual Yesus karena cinta pada uang (30 uang perak).Yesus dikhianati oleh orang terdekatnya (sahabat/murid). Ini mengajarkan kita bahwa pengikut Kristus mungkin mengalami penolakan, namun kita dipanggil untuk tetap setia pada panggilan Tuhan.

 

Terkait dengan pengkhianatan Yudas Iskariot, ada dua pesan perlu kita renungkan. Pertama, jangan pernah menjual Yesus demi uang, demi kedudukan, demi status hidup atau demi motif lain, apa pun itu. Tidak pernah akan tenang hidupnya. Kedua, Allah selalu mencukupi hidup kita setiap hari, bahkan lebih dari cukup. Asal kita tidak malas bekerja, kita tidak pernah akan mati kelaparan. Maka, janganlah hidup dalam keserakahan atau kerakusan atau ketamakan.

 

Renungan ini menegur kita: Apakah ada “Yudas” dalam diri kita—sikap menjual iman/Yesus demi popularitas, kedudukan, atau materi? Mari kita selalu bersyukur atas apa yang ada pada kita, yang kita terima dari kemurahan Allah adalah salah satu cara untuk tidak jatuh dalam dosa keserakahan. Jadikan hidup kita persembahan yang setia, bukan pengkhianatan. Tuhan Yesus memberkati.

Category: