Kecil di Hadapan Allah

close up of small cars model on the road, traffic conception.

KECIL DI HADAPAN ALLAH

HARI BIASA
Markus 10:13-16

“Barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” 


Menjadi seperti seorang anak kecil bukan berarti menjadi bersikap kekanak-kanakan, Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang dewasa, namun memiliki karakter seorang anak yang polos, sederhana, jujur, bergantung pada orang tuanya, pemaaf, gembira, dan masih banyak lagi. Karakter seorang anak menuntun kita untuk menjadi rendah hati, tetap gembira meski tidak diperhitungkan, menggantungkan seluruh hidupnya pada belas kasih Allah, namun senantiasa terbuka untuk belajar hal-hal baru, terbuka pada perjumpaan-perjumpaan baru, pada kemungkinan-kemungkinan baru.

Dalam salah surat St. Vinsensius kepada Rm. Jean Dehorgny, pimpinan rumah CM di Roma, beliau menulis demikian, Dalam Gereja, kita patut memandang diri kita sebagai pekerja yang paling rendah; maka kita harus bergembira bila Allah memanggil pekerja yang lebih baik dari pada kita.” St. Vinsensius mengingatkan kita untuk menjauhkan diri dari ambisi pribadi, kesombongan dan kecongkakan. Meskipun jika Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menjadi pemimpin, memiliki prestasi dan berhasil, hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa semua anugerah itu berasal dari Allah dan milik Allah, tak perlu membuat iri orang atau menjadi iri. Sejatinya, kita semua apapun status sosial kita, kita hanyalah ciptaan dan bukan siapa-siapa di hadapan Allah. Maka marilah kita bersyukur atas anugerah dan kasih yang Allah limpahkan kepada kita.

Category: