Dari Atas, Bukan dari Bawah

pexels-i-brahim-hakki-ucman-174353-621824

Dari Atas, Bukan dari Bawah

PF S. Yusuf, Pekerja
Yohanes 3:31-36

“Ia yang datang dari atas adalah di atas semuanya… Ia yang datang dari dunia, berasal dari dunia dan berkata-kata dalam bahasa dunia.” (Yohanes 3:31)


Ada ketegangan diam-diam dalam hidup rohani kita: kita mengaku percaya pada Yesus yang datang dari atas, tapi kita terus saja berpikir, berbicara, dan hidup dengan logika dunia. Kita katakan Ia adalah Tuhan, tapi kerap memperlakukan-Nya seperti penasihat pribadi yang bisa diabaikan bila pendapat-Nya tak sesuai kehendak kita. Yohanes Pembaptis berbicara jelas di sini: Yesus datang dari atas—dari surga. Dan karena asal-Nya dari atas, maka otoritas-Nya melampaui segalanya. Tapi dunia tidak selalu siap mendengar suara dari atas. Dunia lebih suka gema dari dirinya sendiri: yang nyaman, yang menyenangkan, yang bisa dijinakkan.


“Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat dan didengar-Nya, namun tak seorang pun menerima kesaksian-Nya.” (Yoh. 3:32)


Ini bukan hanya kisah tentang masa lalu, tentang bangsa yang menolak Mesias. Ini adalah refleksi tentang aku dan kamu: berapa kali kita menolak suara dari atas karena terlalu melekat pada bahasa dunia? Kita lebih percaya opini mayoritas ketimbang suara Roh. Kita lebih tertarik pada popularitas, kekuasaan, kenyamanan—dan menolak kebenaran yang menuntut pertobatan. Padahal Yesus tak datang membawa teori. Ia datang membawa kebenaran yang dilihat dan didengar-Nya langsung dari surga. Kita tidak sedang berurusan dengan filsuf atau motivator. Kita sedang dihadapkan pada satu Pribadi yang memegang hidup dan maut.

Yohanes menutup dengan tegas:
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh. 3:36)


Percaya bukan sekadar pengakuan. Percaya berarti tunduk. Tak hanya menyebut nama Yesus, tapi hidup dari sabda-Nya. Dunia bisa mengagumi Yesus. Tapi hanya orang yang sungguh percaya dan taat yang akan menerima hidup kekal. Dan yang lainnya? Murka Allah bukan sekadar hukuman masa depan, tapi realitas yang menggantung ketika terang ditolak dan kebenaran disangkal.

Category: