Rendah Hati demi Kerajaan Surga

Sensual photo. Cute little girl. People walks outside. Woman in a brown coat.

Rendah Hati demi Kerajaan Surga

Pesta St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus
Matius 18:1-5

St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, orang kudus yang kita peringati hari ini, pernah mengungkapkan dirinya seperti bola mainan bagi Yesus yang kecil. Dia mengatakan, “Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah aku menjadi mainan-Mu! Anggaplah aku ini bola-Mu. Bila akan kau angkat, betapa senang hatiku. Jika hendak kau sepak kian kemari, silakan! Dan kalau hendak kau tinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Aku akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak kautusuk bola-Mu… o.. Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendak-Mu”. Ungkapan ini selaras dengan namanya yang menjadi penghayatan bagi kehidupan membiaranya, yaitu kanak-kanak Yesus. Peneguhan penghayatan dari imannya kepada Yesus, didasari pada Injil hari ini, yaitu menjadi anak kecil supaya memperoleh Kerajaan Surga. 


Menjadi anak kecil, bukanlah bersikap kekanak-kanakan. Sikap anak kecil yang selalu mengikuti kemana orang tuanya, percaya pada mereka, dan menyerahkan sepenuh hidupnya kepada orang dewasa, adalah sikap yang sangat baik untuk dihayati dalam beriman. Yesus mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, seseorang harus berbalik dan menjadi seperti anak kecil, serta orang yang paling rendah hati di antara para murid adalah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 


Dalam semangat yang sama, St. Vinsensius juga mewariskan kepada kita sikap keutamaan rendah hati. Keutamaan ini mendorong kita untuk mau bersikap seperti anak kecil, yang melibatkan kekuatan dan kehendak Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita. Dengan tetap setia memeluk kerendahan hati, kita yang kecil di hadapan Allah akan senantiasa siap melakukan kehendak-Nya dan dalam pelayanan bagi orang-orang miskin.

Category: