Belajar Kerendahan Hati dari Teladan Yesus

pexels-quachtungduong-28449416

Belajar Kerendahan Hati dari Teladan Yesus

Peringatan Bt. Markus Antonio Durando, CM
(Orang Kudus Vinsensian)
Matius 11:28-30

Yesus bersyukur kepada Bapa, karena hal-hal ilahi disembunyikan dari orang-orang bijak, namun dinyatakan kepada mereka yang kecil. Pesan-Nya sederhana tapi dalam: jadilah kecil. Keselamatan bukan untuk mereka yang serba tahu, tapi untuk mereka yang rapuh, yang sadar akan batas diri, dan yang menaruh seluruh hidupnya di tangan Tuhan. Saat itulah Allah hadir, bersikap diam, namun penuh kekuatan.

 

Di dalam diri kita ada dua sisi. Satu ingin menguasai, melakukan segalanya sendiri, dan percaya diri namun kesombongan menjadi penghalang. Sisi lain sadar: tanpa Tuhan, kita tak bisa berbuat apa-apa. Yesus menempatkan diri di posisi terakhir, membasuh kaki murid-murid-Nya, merendahkan diri. Dunia mungkin menganggapnya hina tapi dari kerendahan hati-Nya, kita belajar makna sejati: menjadi kecil bukan karena rendah diri, tapi karena kasih. Allah sendiri mengosongkan diri-Nya agar bisa memberi diri-Nya sepenuhnya kepada kita.

 

Yesus juga mengajarkan kelembutan hati. Hati yang lembut menahan amarah, iri, dan dendam, yang kadang meletus seperti lava gunung berapi. Kita belajar untuk mengontrol emosi, pikiran negatif, dan kebencian dalam hati. Namun melalui Yesus, kita bukan hanya memiliki teladan tetapi Rahmat. Kelembutan dan kerendahan hati-Nya bukan sekadar ajaran, tapi pakaian rohani yang bisa kita kenakan, agar iman kita hidup, mengalir, dan menyentuh orang lain.

 

Marilah kita berdoa agar diberikan hati yang lembut, seperti yang Yesus tunjukkan, agar hidup kita bukan hanya meniru, tetapi sungguh menjadi serupa dengan-Nya.

 

Category: