Partisipasi Bukan Pertunjukan

excited-audience-watching-confetti-fireworks-having-fun-music-festival-night-copy-space

Partisipasi Bukan Pertunjukan

Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
Yohanes 3:22-30

Berita tentang Yesus dirasakan penuh sukacita oleh Yohanes. Ia datang untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus yang datang. Dari kisah hidup Yohanes, kita dapat belajar tentang kerendahan hati di hadapan Tuhan. Meskipun Yohanes telah datang terlebih dahulu, ia tidak lupa tujuan utamanya meskipun banyak orang menyanjung perbuatannya.

Dia tidak terlena oleh banyaknya sanjungan melainkan dia merendahkan diri di hadapan Allah yang datang. Permenungan ini membawa kita kepada kesadaran mendalam seberapa rendah hati kita di hadapan Tuhan dalam menjalankan pelayanan. Benarkah pelayanan kita demi kemuliaan Allah. Yohanes mengajarkan kita bahwa setiap laku pelayanan adalah sebuah persiapan bagi Tuhan yang datang. Kita diajak untuk selalu memandang Allah daripada memandang diri sendiri.

Pelayanan bukanlah ajang pertunjukkan diri melainkan partisipasi kita dalam menyatakan karya Allah di dunia. Sebagai manusia kita memang membutuhkan apresiasi namun itu bukanlah tujuan yang utama. Yohanes dapat menyadari kehadiran Yesus Sang Mesias oleh karena dia selalu membawa keutamaan kerendahan hati dalam setiap pelayanan-Nya. Kehadiran Allah dapat disadari dengan diri yang memiliki kerendahan hati.

Category: