
Menjadi Rendah Hati
Meskipun Punya Kuasa
Peringatan Wajib St. Klara, Perawan
Matius 17:22-27
Pada Injil hari ini Yesus memberitahukan kepada murid-muridNya apa yang akan Ia hadapi untuk memenuhi nubuat Tuhan. “Anak Manusia” yaitu dirinya sendiri yang akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan orang-orang itu akan membunuh-Nya dan pada hari ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati. Dalam Injil ini juga disebutkan saat Yesus dan murid-Nya tiba di Kapernaum Yesus mengajarkan pada para mereka makna dari taat akan peraturan yang berlaku agar hidup mereka tidak menjadi batu sandungan dengan membayar pajak.
Dari Injil hari ini kita sama-sama mempelajari dua hal penting dari Yesus yaitu taat dan rendah hati walaupun punya kuasa dan wewenang. Peristiwa pemberitahuan tentang penderitaan Yesus dan Yesus membayar pajak untuk bait Allah, menunjukkan bahwa walaupun Dia adalah Mesias, tapi Dia tidak menyalahgunakan posisi-Nya. Justru Yesus melakukan itu semua sebagai bentuk ketaatan-Nya terhadap Bapa dan juga ketaatan-Nya terhadap hukum yang berlaku di tempat yang Ia kunjungi.
St. Vincentius pernah berkata “Kita harus berjuang tanpa henti untuk memperoleh keutamaan kerendahan hati dan menjadi semakin sempurna dalam penghayatannya, dan terutama harus berjaga-jaga terhadap segala pikiran yang dijiwai kesombongan, ambisi, dan
kecongkakan.” Dari ajaran Santo Vincentius tersebut kita juga diajak untuk mengupayakan menjadi rendah hati agar kita tidak jatuh dalam ego diri sendiri terutama saat kita memegang kuasa atau peranan penting yang rawan untuk jatuh dalam kesombongan dan bertindak sesuka hati.