Kesederhanaan dan Kesaksian Yohanes

pexels-lagosfoodbank-9090745

Kesederhanaan dan
Kesaksian Yohanes

Hari Kamis Pekan Adven II
 Matius 11:11-15

Yesus melalui injil hari ini mengingatkan kita pada Yohanes Pembaptis, sosok yang hidup hanya untuk satu tujuan: mempersiapkan Israel menyambut Tuhan. Yohanes adalah nabi terakhir sebelum Yesus, dia tidak menonjolkan diri, tapi untuk menunjuk kepada-Nya, lalu menepi, memberi ruang bagi orang lain untuk bertemu dengan Tuhan.

 

Dalam hidup kita, mewartakan Injil bukan soal berbuat banyak, atau “menyelamatkan” orang lain. Dunia dan kita sendiri sudah diselamatkan secara cuma-cuma. Tugas kita hanyalah menjadi saksi sederhana dan tulus, sambil membiarkan Tuhan berkarya. Inilah yang Yohanes pahami dengan penuh kesadaran.

 

Yesus lalu berkata hal yang mengejutkan: yang terkecil pun lebih besar daripada Yohanes. Maksud-Nya bukan merendahkan, tapi menunjukkan cara pandang Tuhan tentang kebesaran. Dalam Kerajaan Surga, besar berarti memiliki sikap mengasihi, lemah lembut, penuh belas kasih, tidak menghakimi, dan memperjuangkan keadilan. Sebuah logika yang bertolak belakang dengan pandangan dunia, yang menilai kuat berarti menang.

 

Namun, ini bukan kelemahan. Justru sebaliknya mengasihi dan hidup dalam semangat Kerajaan Surga membutuhkan keberanian, keteguhan, dan keyakinan. Mereka yang mau mengikuti logika Tuhan tanpa takut, yang punya telinga hati untuk mendengar dan mata hati untuk melihat, itulah yang benar-benar besar. Dan itulah awal yang indah untuk perjalanan Adven kita.

Category: