
Hati adalah Asal
dari Tindakan Manusia
Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes
Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia
Markus 7:14-23
Yesus menegaskan bahwa “apa pun dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Ia kemudian merinci daftar kejahatan yang timbul dari dalam hati: pikiran jahat, keserakahan, tipu daya, kebebalan, dan sebagainya. Hati adalah sumber utama dari setiap tindakan kita.
Dalam pandangan Vinsensian, hati bukan sekadar pusat emosi, melainkan tempat di mana keputusan untuk mencintai diambil. Santo Vinsensius sering menekankan pentingnya kemurnian Niat (Purity of Intention). Jika hati kita dipenuhi oleh keserakahan atau keinginan untuk dipuji (hal-hal yang “keluar dari dalam”), maka pelayanan kita kepada orang miskin akan menjadi “Najis” atau rusak. Seorang Vinsensian dipanggil untuk terus mensucikan hatinya agar motivasi pelayanannya murni demi kemuliaan Allah dan keselamatan orang miskin.
Dunia seringkali menilai orang dari penampilan luar. Orang miskin sering dianggap “kotor“ atau “hina“ secara lahiriah. Namun, Yesus mengingatkan kita bahwa kenajisan sejati bukan soal apa yang menempel di kulit atau apa yang dimakan. Santo Vinsensius berkata bahwa jika kita melihat orang miskin dari luar, mereka tampak kasar dan tidak menyenangkan. Tetapi jika kita melihat melalui terang iman (melihat ke dalam hati), kita akan menemukan wajah Yesus Kristus di sana. Kita diajak untuk tidak menajiskan pandangan kita dengan prasangka buruk yang timbul dari hati kita sendiri. Oleh karena itu, seorang Vinsensian sejati adalah mereka yang secara rutin melakukan “pembersihan hati“ agar kasih Tuhan dapat mengalir tanpa hambatan melalui diri mereka kepada dunia. Amin.