
Pintu Keselamatan
Hari Biasa Pekan Paskah IV
PF S. Pankrasius, Martir
PF S. Nereus dan Akhilleus, Martir
Yohanes 10:1-10
Saudara/i terkasih, pengalaman perjumpaan dengan Tuhan pertama-tama karena kita mau membuka hati untuk datang kepada-Nya yang kemudian bertumbuh dengan baik. Namun, sebelum kita membuka pintu hati, Allah lebih dahulu membuka pintu hati-Nya lebar-lebar agar kita mau masuk ke dalamnya. Kita diundang secara terbuka untuk mengikuti-Nya dengan sungguh-sungguh.
Dalam bacaan injil hari ini, Yesus mengisahkan tentang orang yang masuk ke dalam kandang domba hendaknya melalui pintu bukan melompat dari tempat lain. Sebab bila dari tempat lain, orang akan mengira pencuri atau perompok. Gambaran yang dikisahkan Yesus itu menunjukkan kepada para murid bahwa Yesus adalah pintu utama, pintu keselamatan. Pintu itu menjadi penting untuk akses bagi semua orang memasuki hidup Rohani yang lebih mendalam.
Saudara/i terkasih, Vinsensius selalu menekankan bahwa hidup kita hendaknya dijiwai oleh semangat Kristus yang melayani orang miskin. Semangat ini tentu tidak akan bisa kita hidupi bila tidak ada pengenalan dan relasi yang mendalam dengan Yesus sendiri. Kita tidak akan pernah mampu masuk pada ruang misteri kasih Allah. Maka kita perlu mencari Yesus, Sang Pintu Keselamatan itu dalam hidup kita sehari-hari terutama lewat perjumpaan kita dengan orang miskin. Mari masuklah lewat pintu yang benar agar kita tidak tersesat. Amin