
Orang buta menuntun orang buta
Hari Biasa Pekan XXIII
Lukas 6:43-49
Injil hari ini Yesus menegur keras akan kemunafikan dalam hidup manusia. “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh dengan komentar ini, kita mudah sekali tergoda untuk menilai atau mengkritik orang lain, tanpa menyaring atau mencari sumbernya dari mana. Entah lewat media sosial, percakapan sehari-hari, bahkan dalam hati. Kita seringkali merasa lebih benar atau lebih tahu dari orang lain.
Sekali lagi Yesus mengutuk keras, sifat kemunafikan ini. Dalam sebuah perumpamaan yang menyikapkan sifat dasar manusia yang sering lupa melihat ke dalam diri sendiri. Orang buta menuntun orang buta adalah gambaran dari pemimpin atau siapa saja yang mencoba membimbing orang lain tanpa terlebih dahulu memperbaiki pandangan dan kehidupan diri sendiri.
Dari peristiwa ini, kita diajak untuk tidak asal menasehati atau mengarahkan tanpa dasar yang benar dan peran dari Tuhan. Kita diajak untuk belajar menjadi teladan dalam kebenaran, bukan hanya lewat kata-kata tapi lewat hidup harian kita yang dibentuk lewat kasih dan pengampunan Kristus.