
Berdoa Bersama Sang Putra
dalam Persaudaraan Kasih
di dalam Gereja-Nya
Pekan Biasa XIX
Matius 18:15-20
“Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Bacaan injil yang barusan kita dengar, mengungkapkan beberapa hal penting dan menarik yang dapat menjadi bahan permenungan kita. Terutama pada bagian akhir dari kutipan teks tadi Yesus seakan dengan sangat berani memberikan sebuah janji yang menakjubkan tentang berdoa. Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Nya, Yesus ada di tengah-tengah mereka. Sesungguhnya penggalan ayat ini mengungkapkan keinginan Yesus agar kita berdoa bersama, menyatukan doa kita, dan mempersembahkannya kepada Bapa. Yesus berkata bahwa ketika kita melakukan ini dalam kesatuan dengan doa-Nya, doa kita akan dijawab.
Namun seringkali kita juga cenderung menyalah artikan ayat ini dengan hanya memperhatikan penggalan awal, yakni jika dua orang daripadamu sepakat meminta apapun juga permintaan itu akan dikabulkan Bapa-Ku di surga. Seolah dengan ayat ini orang dapat meminta apa saja asalkan itu dilakukan bersama-sama baik oleh dua orang atau lebih. Apakah Yesus memberitahu kita bahwa jika dua orang atau lebih berkumpul dan berdoa agar hujan turun, maka itu akan terjadi? Tentu saja tidak. Kunci untuk memahami ayat ini terdapat pada baris terakhir: “…di sana Aku ada di tengah-tengah mereka.” Ini berarti bahwa tujuan berkumpul bersama dengan dua orang atau lebih dalam doa adalah untuk menyatukan doa kita dengan doa Yesus sendiri. Bapa selalu mendengar dan menjawab doa Putera. Apa pun yang diminta Putera kepada Bapa, doa itu dikabulkan. Dengan demikian, bagian ini memberitahu kita bahwa tujuan berkumpul bersama dalam doa dengan sesama adalah untuk menyatukan diri kita dengan doa yang satu dan kekal dari Allah Putera. Hal ini terutama akan terpenuhi dalam Liturgi Suci yang dirayakan dalam Gereja-Nya.
Ketika kita berkumpul dalam Liturgi, doa kita selalu didengar. Mengapa? Karena Liturgi pertama-tama adalah tindakan Allah Putera di mana Ia mengundang kita, yang adalah Gereja-Nya, untuk berani berbagi. Dan doa yang dipanjatkan adalah doa yang satu dan kekal di mana Allah Putera memohon kepada Bapa untuk membawa keselamatan bagi semua orang yang menerima tindakan penyelamatan dari pengorbanan-Nya di kayu Salib. Ketika kita bergabung dalam doa ini, doa itu dikabulkan.
Karena itu Yesus mengajak kita untuk senantiasa hidup dalam kesatuan anak-anak Allah yang merayakan doa bersama-sama di dalam Gereja-Nya yang suci. Kita diajak juga untuk senantiasa terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Karena di dalam kesatuan dengan Gereja-Nya kita memperoleh rahmat-rahmat pengudusan yang dikaruniakan Allah berkat wafat dan kebangkitan Yesus Putra-Nya.
Untuk menjaga keharmonisan kehidupan bersama sebagai anggota Gereja, Yesus dalam bacaan yang kita dengarkan tadi juga berpesan supaya kita saling menghargai dan menghormati. Terutama dengan secara bijak memberikan teguran kepada sesama saudara kita yang mungkin keliru dalam berperilaku atau yang mulai melenceng jalannya dari Tuhan. Ketika kita menegur seseorang hendaklah dilakukan dengan santun sehingga orang tersebut tidak merasa sedang dipermalukan atau sedang diadili. Apalagi itu dilakukan di depan umum. Sebab sesungguhnya teguran kita bertujuan untuk mendapatkannya kembali. Membawa dia kembali kepada Tuhan. Karena dalam persaudaraan sejati sebagai anak-anak Tuhan, kita dapat bersama-sama berdoa kepada Tuhan. Setiap orang harus menyadari bahwa bila salah seorang saudara seimannya ini hilang maka ia akan merasa kurang. Tidak bisa berkumpul dua atau tiga orang lagi untuk memohon kepada Tuhan. Setiap saudaranya adalah bagian penting dalam persaudaraan kasih di dalam Gereja.
Sederhananya, jika kita berkumpul dengan orang lain dan berusaha menyatukan doa kita dengan doa yang satu dan sempurna dari Allah Putera sebagaimana yang dipanjatkan kepada Bapa di Surga, maka doa Putera yang kita panjatkan bersama akan terjawab. Mungkin cara terbaik untuk berdoa bersama dengan cara ini adalah dengan memanjatkan doa “Bapa Kami” bersama orang lain. Doa ini selalu didengar dan dijawab oleh Bapa karena merupakan doa yang diberikan kepada kita oleh Putera.