Tuhan Memerlukannya

pexels-felixmittermeier-2832035

Tuhan Memerlukannya

Hari Minggu Palma
Lukas 19:28-40

Kepada para rasul-Nya di saat mereka diminta untuk menemukan keledai yang tertambat, Yesus berpesan, “Tuhan memerlukannya”. Seekor keledai muda dijadikannya sebagai tunggangan untuk memasuki kota Yerusalem. Di sana Tuhan akan mengalami banyak cacian, tuduhan, pengadilan, penderitaan, dan dibunuh oleh orang-orang sebangsa-Nya. Kota ini menjadi saksi kekerasan manusia terhadap Tuhan. Yesus yang menunggangi seekor keledai muda ingin menggambarkan bahwa Yesus yang adalah Allah dan Raja, namun siap menghadapi situasi penderitaan. Atas penderitaan dan kematian yang dialami-Nya, Dia menyerahkan diri total kepada kehendak Bapa-Nya.


Tuhan memerlukan keledai, ciptaan-Nya untuk ambil bagian dari peristiwa menuju kota Yerusalem. Tuhan tahu betul apa yang ada dalam diri keledai. Kendati dikenal dengan binatang yang sangat lemah, lambat dan bodoh, namun Tuhan menggunakannya. Tuhan tidak menghendaki keledai berada dalam stigma yang negatif tadi, justru Tuhan menunjukkan bahwa dalam kelemahannya, keledai siap menjadi alat Tuhan. Oleh sebab itu, Tuhan memerlukan keledai sebagai tunggangan yang kuat untuk menyangga tubuh-Nya. Keledai menjadi ikon yang akan dilihat oleh orang banyak saat Tuhan lewat. Terlebih dari itu semua, dalam kelemahannya, keledai menjadi makhluk yang sadar bahwa bukan dirinya yang dielu-elukan oleh banyak orang, melainkan ada Tuhan yang berada di punggungnya. Tuhan mengangkat martabat bagi setiap pribadi yang dipandang rendah, hina, dan lemah. 


Tuhan memerlukan kita supaya kita menjadi alat-Nya yang layak untuk ambil bagian dalam penderitaan Kristus. Dalam banyak karya baik Tuhan di dunia, Tuhan membutuhkan kita. Oleh sebab itu, St. Vinsensius dan para kudus lainnya telah menemukan kebutuhan Tuhan dalam diri orang miskin. Sebagaimana Santo yang Kudus tersebut telah ambil bagian dalam hidup Yesus, mewartakan Injil bagi mereka yang menderita dan bahkan menderita demi pelayanan orang miskin, kita pun ambil bagian yang sama dalam memasuki misteri penderitaan, wafat dan kebangkitan Tuhan. Tuhan memerlukan kita bukan untuk menjadi sombong dan lari dari kesulitan hidup. Justru Tuhan selalu berjalan bersama dengan kita menuju penderitaan hidup dan bangkit bersama-Nya.

Category: