Suara yang Mengejutkan

pexels-lara-jameson-8898633

Suara yang Mengejutkan

Peringatan Wajib St. Lusia
  Matius 17:10-13

Bayangkan Yohanes Pembaptis yang berseru seru di padang gurun. Seorang pria yang dengan berani menyampaikan suara Allah, meski kata-katanya dianggap meresahkan, bahkan berujung pada kekerasan. Setiap kali kita diminta diam karena kata-kata kita memilukan, atau ketika kita diperlakukan sesuka hati karena menolak mengikuti keinginan orang lain. Atau sebaliknya, ketika kita tidak berani bersuara dan tetap diam, atau mengabaikan suara yang seharusnya didengar.

 

Nabi adalah orang yang menyuarakan suara Allah. Mereka setia menyampaikan Sabda, walau dicemooh, disalahpahami, bahkan kehilangan nyawa. Kita sering mengharapkan utusan yang hebat dan kuat. Namun Yesus berkata, “Mereka tidak mengenalinya.” Pernyataan tersebut membingungkan kita. Dia sudah datang, tapi apakah kita mendengar? Atau terlalu sibuk sehingga tak menyadarinya? Suara-Nya yang terputus adalah nubuat tentang penderitaan yang akan datang.

 

Orang tidak mengharapkan nabi yang dipenjara, dihukum mati, bahkan kepalanya dipenggal. Namun justru dalam penderitaan itu, dalam darah dan kesetiaan, kita melihat kasih sejati. Yesus memilih menyerahkan hidup-Nya, taat pada Sabda, meski menghadapi kekerasan. Dari atas salib, gema penyerahan-Nya sampai kepada kita. Seberapa besar pun usaha mereka meniadakanNya, kasihNya tetap hidup.

Category: