
Kasih yang Efektif
Peringatan Wajib St. Sirilus, St. Metodius
Markus 8:1-10
Dalam bacaan injil hari ini, kita melihat Yesus yang tergerak oleh belas kasih (compassion) kepada banyak orang yang mengikuti-Nya. Ia berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, sebab sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” Yesus tidak hanya mengajar jiwa mereka, tetapi Ia peduli pada perut mereka yang lapar.
Yesus tidak menunggu orang banyak itu mengeluh atau meminta makan. Ia yang lebih dahulu melihat kebutuhan mereka. Belas kasih Yesus bukan sekadar perasaan kasihan, melainkan dorongan untuk mencari solusi. Dalam Spiritualitas Vinsensian, ini disebut sebagai kasih yang efektif. Santo Vinsensius selalu menekankan bahwa kasih kepada Tuhan harus diwujudkan dalam pelayanan kepada orang miskin. Vinsensius pernah mengatakan “Marilah kita mengasihi Allah, saudara-saudara, tetapi biarlah itu dilakukan dengan mencucurkan keringat dan dengan menyingsingkan lengan baju”. Seperti Yesus, seorang Vinsensian diajak untuk memiliki “mata yang peka” terhadap penderitaan sesama bahkan sebelum mereka berteriak meminta tolong.
Yesus tidak memakan roti itu sendirian. Ia memecahkannya dan memberikan kepada murid-murid untuk dibagikan. Ini adalah simbol dari pelayanan kolaboratif. Spiritualitas Vinsensian sangat menekankan kerjasama (collaboration). Vinsensius membentuk Confraternities of Charity (AIC) dan Serikat Suster Puteri Kasih agar pelayanan dilakukan secara terorganisir. Kita dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Yesus dalam membagikan rezeki. Pelayanan Vinsensian bukanlah pertunjukan perseorangan, melainkan gerakan bersama di dalam Gereja untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan. Tuhan memberkati. Amin.