
Tuhanlah yang Pertama
dan Terutama
PF St. Kamilus de Lellis, Imam
Matius 10:34-11:1
Salam Vinsensian
Hari ini sabda Tuhan Yesus terasa keras dan menakutkan: Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Tentu bukan pedang yang sesungguhnya yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus ingin agar kita meletakkan Tuhan sebagai yang utama dan pertama, lebih dari orang, keluarga, jabatan dan semua hal duniawi lainnya. Kita harus memilih mengikuti kehendak Allah, meninggalkan zona nyaman kita, meninggalkan adat dan budaya bila memang itu tidak sejalan dengan apa yang Tuhan kehendaki, meskipun itu bisa berarti kita berbeda pendapat dengan keluarga atau komunitas kita.
Santo Vinsensius menyampaikan “Janganlah kamu terkejut atau takut oleh satu atau beberapa tahun yang buruk. Allah itu kaya tak terhingga. Sampai sekarang, tidak ada yang kurang bagimu, mengapa takut akan masa depan?” (CCD 7:171). Pernyataan ini menegaskan bagi kita bahwa tidak perlu takut untuk mengikuti Tuhan, meskipun berarti meninggalkan kenyamanan dan kemapanan kita. Kita harus tetap berpegang bahwa Tuhanlah yang pertama dan terutama.
Tuhan memberkati.