Kesetiaan dalam Rancangan Allah

pexels-jonathanborba-28787819

Kesetiaan dalam Rancangan Allah

Pekan Biasa XIX
Matius 19:3-12

Sahabat Vinsensian yang terkasih, Anda pasti sudah tidak asing dengan kalimat ini: “Apa yang sudah dipersatukan Tuhan, jangan dipisahkan oleh manusia.” Ya, istilah ini dipakai pada saat momen pemberkatan perkawinan. Persis dengan apa yang dikatakan Yesus pada perdebatan dengan orang Farisi hari ini. Orang Farisi mempertanyakan bolehkah melakukan perceraian, apapun alasannya? Namun, Yesus menjawab bukan dari sudut pandang hukum manusia semata, melainkan dari rencana penciptaan Allah sejak semula: “Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Yesus mau mengatakan juga bahwa mau bagaimanapun keadaan dan situasi perkawinan, tetap harus dijalani dengan setia bukan menyerah, karena menyerah bahkan berpisah bukan solusi. Perkawinan dalam Gereja Katolik itu monogami: satu tak terpisahkan kecuali oleh maut. Hidup perkawinan merupakan panggilan dari Tuhan juga untuk membangun bahtera rumah tangga. 


Yesus juga menyadari bahwa tidak semua orang dipanggil untuk hidup berkeluarga. Dalam ayat 10–12, Ia menyebut tentang orang yang tidak menikah baik karena kodrat, karena tindakan orang lain, atau karena memilih hidup selibat demi Kerajaan Allah. Ini menunjukkan bahwa panggilan hidup setiap orang berbeda-beda, dan semuanya harus dijalani dengan setia akan kehendak Tuhan. Dari sini kita bisa melihat pesan Yesus yang sungguh indah: Kesetiaan adalah dasar dari setiap hubungan yang kudus, entah itu dalam pernikahan atau hidup selibat, kesetiaanlah yang menjadi pondasi utama. Dunia saat ini sering menawarkan jalan pintas ketika hubungan menjadi sulit, namun Tuhan mengundang kita untuk bertahan dalam panggilan, memulihkan dan berjuang dalam kasih.


Sama seperti pesan santo Vincentius a Paulo tentang sebuah panggilan:
“Kesetiaan kepada panggilan kita adalah bentuk cinta terbesar kepada Tuhan.” Vincentius percaya bahwa setiap orang memiliki jalan hidup yang ditentukan oleh Tuhan, dan menghidupi panggilan itu dengan setia adalah bentuk ibadah sejati. So, mari kita jalani dengan tulus dan penuh tanggung jawab agar ibadah ini menjadi lebih hidup, setia menghidupi apapun panggilan kita, serta senantiasa sadar bahwa panggilan merupakan anugerah terindah dariNya. Berkah Dalem 

Category: