
Menjadi Pribadi Yang Asik,
Bukan Toxic
Hari Rabu Pekan Paskah II
Yohanes 3:16-21
Menjadi pribadi yang asik bukan berarti harus selalu menjadi pusat perhatian, melainkan menjadi sosok yang menghadirkan kesejukan bagi orang-orang di sekitar. Sebaliknya menjadi pribadi yang toxic seringkali meninggalkan luka, kepahitan dan beban bagi orang lain. Dalam Efesus 4:29 mengatakan demikian:
“Jangan ada perbuatan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Melalui ayat ini kita bisa belajar bahwa menjadi pribadi yang asik berarti kita tau kapan harus berbicara dan kapan harus mendengar, tidak menggunakan kata-kata untuk menjatuhkan atau menghakimi (toxic), tetapi membangun semangat, kehadiran kita yang tidak membuat orang lain merasa kecil melainkan merasa diterima dan berharga. Maka seseorang yang asik adalah seseorang yang sudah selesai dengan egonya sendiri, sehingga memiliki ruang di hatinya untuk mencintai sesama dengan tulus.