Dukacita yang Mendahului Kemenangan

pexels-zachary-angeles-605474812-31683746

Dukacita yang Mendahului Kemenangan

Hari Jumat Pekan Paskah VI
Yohanes 16:20-23a

Sahabat Vinsensian yang terkasih,


Menangis seringkali diidentikkan dengan suasana duka atau kesedihan. Tetapi menangis tidak selalu menggambarkan penderitaan. Kegembiraan luar biasa acap kali membuat seseorang mengeluarkan air mata tangis bahagia. Seperti kesakitan perempuan yang melahirkan, yang kemudian berubah menjadi sukacita hingga lupa sakitnya semula, setelah manusia baru dilahirkan.

 

Demikian pula praktik beriman secara murni kepada Allah, yang mau tetap setia pada jalan hidup yang dikehendakiNya, meski harus melalui jalan penderitaan. Santo Vincentius pernah mengatakan; “Kebahagiaan kita terletak pada salib, sebagaimana Tuhan Yesus tidak masuk dalam kemuliaanNya kecuali melalui banyak pengalaman pahit.” 


Beriman kepada Yesus memberi peluang bagi kita untuk semakin dekat dengan Allah Bapa. Sehingga dengan perantaraan Kristus, kita bisa meminta apa saja selayaknya anak kepada bapanya. Maukah kita menanggung salib diri kita, untuk mendapatkan sukacita Paskah yang kekal?


Tuhan memberkati.

Category: