
Tuhan Peduli pada Mereka yang Terpinggirkan
HARI BIASA
Lukas 6:17,20-26
Yesus dalam Injil hari ini menyampaikan Sabda Bahagia kepada mereka yang dalam kekurangan, kelaparan, dan bersedih. ”Berbahagialah hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagilah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah hai kamu yang sekarang ini menagis, karena kamu akan tertawa.” Ia menegaskan bahwa Kerajaan Allah adalah milik mereka yang terpinggirkan. Hal ini sejalan dengan semangat Santo Vinsensius a Paulo, yang sepanjang hidupnya melayani mereka yang membutuhkan belas kasih. Santo Vinsensius melihat wajah Kristus dalam mereka yang menderita, memahami bahwa Allah hadir secara istimewa di tengah-tengah mereka.
Tuhan peduli pada mereka yang terpinggirkan karena kasih-Nya universal, mencakup semua orang, terutama mereka yang dianggap rendah oleh dunia. Santo Vinsensius mengajarkan bahwa dengan melayani mereka yang dalam kekurangan, kita sebenarnya melayani Tuhan sendiri. Pesan ini tetap relevan bagi kita untuk mengingat bahwa setiap perbuatan belas kasih adalah wujud nyata dari iman kita. Maka, perhatian Tuhan pada mereka yang terpinggirkan menjadi panggilan bagi kita untuk hidup seturut kasih-Nya.
Menghidupi kasih Tuhan dalam semangat Santo Vinsensius berarti berani keluar dari zona nyaman untuk bertemu mereka yang membutuhkan. Kita dapat memulai dengan mengenali kebutuhan di sekitar kita, berbagi berkat, atau mendukung karya pelayanan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan cara itu, kita menjadi saksi nyata kasih Allah yang tak terbatas, dan bersama Santo Vinsensius, membangun dunia yang lebih penuh belas kasih.