
Pertemuan antara yang manusiawi dan yang ilahi
HARI BIASA
Markus 1:40-45
Perkataan orang Kusta yang ingin disembuhkan oleh Yesus; “Kalau Engkau mau….”, menggambarkan sikap kepasrahan, penyerahan diri. Namun mungkin juga di satu sisi ada semacam keragu-raguan, ketakutan, khawatir; apakah Yesus mau menyembuhkan. Ini adalah gambaran yang sangat manusiawi.
Yesus mengetahui dan memahami situasi batin orang kusta tersebut. Dengan tergerak oleh belas kasihan, Yesus mendengar, berbela rasa, dan melihat iman serta penyerahan diri dari orang kusta tersebut dan menyembuhkannya. Kita pun sama, penuh dengan sisi kemanusiawian. Kita penuh dengan kekhawatiran, kegelisahan, dan keragu-raguan, khususnya dalam hidup beriman, apalagi di saat mengalami situasi hidup yang sulit. Kita sudah berusaha percaya, berdoa, dan menyerahkan semuanya kepada belas kasih Tuhan, tapi mungkin kita merasa belum ada perubahan yang signifikan. Kita kembali bertanya dengan pasrah: “Kalau Engkau mau…”.
Teruslah berdoa, teruslah menaruh iman dan kepercayaan kita kepada Yesus, terus mengusahakan semaksimal mungkin, yang terbaik dari apa yang kita bisa. Di situlah iman kita akan tumbuh, di situlah sisi manusiawi kita dan sisi yang Ilahi dari karya Allah bertemu, dan belas kasih Allah akan turun kepada kita yang terus percaya. God bless.