
Inilah kasih yang Kutawarkan
Pekan Biasa XI
Matius 5:38-42
Mata ganti mata dan gigi ganti gigi, kira-kira itulah sekelumit gambaran dari dunia saat ini, yang berlomba-lomba memberi makan kantong ego masing-masing. Namun, datanglah sebuah tawaran akan ajaran kasih yang rasanya sulit sekali dipahami oleh nalar, akal budi dan logika kita. “..janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu..” – (Mat 5:39), bagaimana mungkin hal itu bisa diterima? Kalau bisa malah kita membalas mereka yang sudah melukai dan mempermalukan kita, serta menunjukkan pada dunia bahwa ‘aku tidak salah, aku tidak lemah’.
Akan sangat mudah rasanya kalau kita menerima ajaran kasih Allah yang senantiasa menenangkan hati kita, tapi bagaimana jika ajaran itu menimbulkan gejolak dan pertentangan dalam hati kita? Ketika orang lain menyakiti kita, mudah sekali untuk menutup diri atau mengeraskan hati. Namun dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya, sang Maha Kasih.
Kita pernah mendengar ukuran mengasihi itu adalah kasih itu sendiri. Mungkin memang tampak bodoh dan naif rasanya jika itu diterapkan di jaman yang penuh dengan pemenuhan validasi diri. Tapi itulah kasih yang diwariskan dan ditawarkan oleh Kristus kepada kita. Kasih yang tak ada sekat batasannya, siapa pun itu, sesakit apapun itu, Allah tetap mengajak kita pada sebuah pengampunan. Tidak ada kasih tanpa pengampunan, dan tidak ada pengampunan tanpa kasih, maka “kasih yang Kutawarkan itu tak berkesudahan, maukah kamu?”