
Membangun Kemah Keselamatan
HARI MINGGU PRAPASKAH II
Lukas 9:28b-36
Sahabat vinsensian yang terkasih, kita memasuki Minggu Prapaskah kedua. Saat dimana kita diajak untuk semakin memasuki kehidupan rohani yang mendalam. Dalam injil hari ini, untuk sampai pada perjumpaan yang mendalam dengan Allah, Yesus menunjukkan prosesnya, naik ke atas, pergi ke tempat tinggi, berdoa dalam hening dan sepi. Perjumpaan yang intim dengan Allah, terpancar dari perubahan wajah, pun cahaya dari tubuh Yesus, yang juga bisa dilihat oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus.
Masa pertobatan dalam tahun pengharapan ini, juga menjadi proses kita mendaki menjalin intimasi relasi personal dengan Allah, mengenali kehendak-Nya dan dengan suka cita melaksanakannya di tengah dunia. Buah kedekatan relasi dengan Allah yang mampu membawa harapan baru di tengah dunia. Bukan membangun kemah untuk menyimpan rahmat Allah untuk diri sendiri, tetapi membangun kemah yang aman dan nyaman bagi para tunawisma, kaum papa, saudara-saudari yang terbuang dan terabaikan, korban-korban perang dan kejahatan dan semua orang yang membutuhkan belas kasih dan pertolongan.
Seperti apa yang disampaikan Santo Vinsensius, “Sungguh berbahagialah mereka yang mencurahkan seluruh hidup demi pengabdian kepada Tuhan kita Yesus Kristus, seperti Dia juga telah mencurahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia.” Masa pertobatan ini, menjadi masa naik gunung untuk menerima kehendak Allah dan turun gunung membawa harapan untuk memberikan dan menyatukan diri dalam misi karya keselamatan manusia, sehingga sempurnalah kebahagiaan kita.