Berkat atau Batu Sandungan?

pexels-christopher-nowarra-45138-167976

 Berkat atau Batu Sandungan?

Peringatan St. Hedwig dan
St. Margareta Maria Alacoque
Lukas 11:47-54

Dalam bagian ini, Yesus melanjutkan teguran keras-Nya kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Ia mengecam mereka karena membangun makam bagi para nabi yang telah dibunuh oleh nenek moyang mereka, padahal dengan tindakan itu, mereka justru mengakui bahwa mereka adalah keturunan dari pembunuh para nabi. Mereka menghormati para nabi secara lahiriah, tetapi menolak pesan dan teladan para nabi itu sendiri. Mereka lebih peduli pada tradisi dan ritual daripada kebenaran dan keadilan.


Yesus juga menyatakan bahwa ahli-ahli Taurat telah mengambil kunci pengetahuan, yaitu kunci untuk memahami Kitab Suci dan jalan keselamatan. Namun, mereka tidak menggunakannya untuk diri mereka sendiri, dan mereka juga menghalangi orang lain untuk masuk. Mereka lebih suka mempertahankan status dan kekuasaan mereka daripada membiarkan orang lain menemukan kebenaran. Mereka adalah penghalang bagi orang lain untuk datang kepada Allah.


Renungan ini menantang kita untuk merenungkan peran kita dalam gereja dan masyarakat. Apakah kita menjadi berkat bagi orang lain, atau justru menjadi batu sandungan? Apakah kita menggunakan pengetahuan dan talenta yang kita miliki untuk memuliakan Allah dan melayani sesama, atau hanya untuk kepentingan diri sendiri? Janganlah kita menjadi seperti ahli-ahli Taurat yang munafik, tetapi jadilah murid Kristus yang sejati, yang membawa terang dan kebenaran bagi dunia. Marilah kita membuka pintu pengetahuan bagi orang lain, dan menuntun mereka kepada jalan keselamatan.

Category: