
Karena Dia Sang Maha Kasih
Pekan Biasa XI
Matius 5:43-48
Perintah-perintah Tuhan itu tidak ada yang ditujukan untuk membatasi kita. Perintah-perintah Tuhan dalam firmanNya justru untuk melindungi kita. Melindungi hati kita dari dosa. Sama seperti payung yang tidak menghentikan hujan, tetapi membuat kita tidak basah kuyup. Perintah-perintah-Nya melindungi kita dari rasa sakit hati yang tidak perlu, dan justru membawa kita pada labirin dosa.
Dia melihat badai yang akan datang menerpa hati manusia; kesedihan, luka, amarah, kebencian dan dendam, maka dengan penuh kasih Tuhan mempersiapkan kita dengan bimbingan firmanNya, agar kita tidak jatuh pada penyesalan saat tiba waktuNya. Karena hidup ini terlalu singkat untuk sebuah peziarahan; hidup akan berlalu begitu cepat, maka maafkanlah. Hidup akan berlalu begitu cepat, maka berbaik hatilah. Hidup akan berlalu begitu cepat, maka perbanyaklah mengasihi dan kurangilah menghakimi. Hidup akan berlalu begitu cepat, maka janganlah menjadi penyebab kesedihan orang lain. Hidup akan berlalu begitu cepat, maka buatlah hidup ini bermakna bagi dirimu sendiri juga
Hari ini Yesus mengajak kita untuk tetap mengasihi siapapun dalam situasi apapun yang melukai kita,atau juga kegagalan-kegagalan kita, masa lalu kita yang kelam yang membuat kita semakin terpuruk dan tenggelam dalam kepahitan. Tidak hanya untuk tetap mengasihi, bahkan kita juga diminta untuk mendoakannya dan membawa pada sebuah pengampunan. Tentu saja ajakan kasih Yesus ini bukan hanya sebuah seruan yang kosong, karena Ia sudah jauh lebih dulu melakukannya. Dia tahu kekurangan mereka dan tetap saja Dia berlutut dan membasuh kaki mereka. Allah pencipta segala sesuatu memilih untuk melayani manusia yang tidak sempurna. karena Dia mengasihi manusia. Maka kasih yang sama – yang teguh, mengampuni dan penuh anugerah – juga ditawarkan kepada kita. Allah tidak menunggu kita menjadi sempurna di masa depan untuk mengasihi kita. Dia mengasihi dan memperhatikan kita – di sini, saat ini juga, karena Dialah Sang Maha Kasih.