
Membebaskan Diri
dari Kesombongan
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Lukas 6:36-38
Sahabat Vinsensian yang terkasih, kita telah memasuki Minggu Prapaskah kedua. Kita diajak untuk semakin memaknai lebih dalam tentang tobat dan puasa. Dalam masa puasa, bukanlah sekedar soal mengurangi atau menjauhi sesaat makanan yang masuk dalam perut, tapi juga soal mati raga rohani.
Injil hari ini mengingatkan kita apa itu mati raga rohani. Menjauhi, menghindari bahkan menghentikan segala hal yang memuaskan nafsu. Nafsu/keinginan untuk menghakimi, keinginan memuaskan diri sendiri, keinginan menghukum dan keinginan menyimpan kesalahan sesama hanya karena ingin memuaskan hasrat kesombongan, ambisi dan kecongkakan diri. Dalam peziarahan laku tapa ini, kita diajak untuk semakin murah hati dan hidup berdamai dengan sesama dalam semangat kerendahan hati.
Bapa Vincent pernah menyampaikan hal ini: “Kita harus berjuang untuk memperoleh keutamaan kerendahan hati dan menjadi semakin sempurna dalam penghayatan-nya, dan terutama harus berjaga-jaga terhadap segala pikiran yang dijiwai kesombongan, ambisi, dan kecongkakan” (DBSV V, 73). Semoga masa prapaskah ini menjadi saat laku tapa bagi kita untuk membebaskan diri dari segala yang memuaskan kesombongan dan kecongkakan hati, sehingga kita bisa merayakan Paskah dengan sukacita, penuh kasih dan kerendahan hati. Amin.