
Ragi orang farisi
Peringatan Wajib St. Ignatius dari Antiokhia
Lukas 12:1-7
Dalam Injil Lukas 12:1-7, Yesus mengingatkan para murid-Nya untuk waspada terhadap ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan. Kemunafikan adalah seperti ragi yang dapat mengembang dan merusak seluruh adonan. Yesus ingin agar para murid-Nya hidup dalam kejujuran dan ketulusan, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah. Karena segala sesuatu yang tertutup akan dibuka, dan segala sesuatu yang tersembunyi akan diketahui.
Yesus juga menasehati para murid-Nya untuk tidak takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Sebaliknya, mereka harus takut kepada Allah, yang berkuasa membinasakan baik tubuh maupun jiwa di dalam neraka. Ketakutan akan Allah adalah awal dari hikmat. Ketika kita takut akan Allah, kita akan berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dan kita tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan dan godaan dunia.
Yesus memberikan penghiburan kepada para murid-Nya dengan mengatakan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Bahkan rambut kepala mereka pun terhitung. Jika Allah begitu peduli terhadap hal-hal kecil dalam hidup kita, apalagi terhadap hal-hal yang besar. Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir atau takut, karena Allah selalu menyertai dan melindungi kita. Renungan ini mengajak kita untuk hidup dalam kejujuran, takut akan Allah, dan percaya akan kasih dan pemeliharaan-Nya.