
Hidup dalam Kerendahan Hati
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Matius 23:1-12
Sahabat Vinsensian yang terkasih, tak jarang kita mendengar atau membaca berita tentang kejahatan, pelecehan atau pun penghinaan keji yang dilakukan oleh beberapa orang terpandang, kaum religius, pemuka agama, public figure maupun influencer. Kedudukan dan ketenaran menyeret mereka jatuh dalam godaan kesombongan dan kemunafikan.
Melalui Injil hari ini, Yesus ingin memperbaharui hidup kita dengan cara memilih apa yang baik dan benar, lebih memilih mendengar ajaran nabi yang diwartakan dan tidak terjebak pada keinginan untuk melihat tindakan nyata dari para pengajar. Yesus mengajak kita untuk hidup yang konsisten, hidup yang memperhatikan kejujuran, kebenaran, dan hidup dalam kerendahan hati. Jabatan, kedudukan, keberhasilan, kesuksesan, kekayaan dan ketenaran adalah berkat dari Allah, hendaklah menjadi sarana untuk memuliakan Allah.
Mari kita lanjutkan peziarahan kita di masa tobat ini bersama Santo Vinsensius dengan menghidupi nasihatnya, “Bila Allah melakukan karya besar melalui kita, janganlah menyombongkan diri maupun puas diri; malah sebaliknya kita harus semakin merendahkan diri dan memandang diri sebagai alat hina. yang berkenan dipergunakan oleh Allah.” (DBSV V, 77). Semoga pantang puasa ini membuat kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati dihadapan Allah dan sesama.