
Iri hatikah engkau
karena aku murah hati?
Peringatan St. Yohanes Eudes
Matius 20:1-16a
“Kita tidak pernah mengomentari Allah tentang kasih-Nya yang besar kepada kita tetapi mengapa kita mengomentari kasih Allah kepada sesama?”
Saudara/i yang terkasih dalam kristus, hari ini kita diajak untuk merenungkan perjalanan kita sebagai pengikut Kristus yang mana ajaran kasih adalah dasar dari hidup kita. Kita dalam kenyataannya sering kali belum siap untuk berhadapan dengan kasih itu sendiri apalagi untuk melakukannya. Ada banyak orang di jaman ini yang merasa risih dengan tindakan baik orang lain kepada sesamanya, mereka merasa tindakan itu berlebihan padahal pada dasarnya kasih itu memerlukan sesuatu yang lebih dari sekadar kebiasaan dan kewajiban.
Kasih itu tidak terbatas, kemampuan kita dalam melakukannyalah yang terbatas. Kita perlu belajar menerima keterbatasan kita dan terbuka akan prosesnya. Belajar membuka diri untuk mengalami pengalaman akan kasih tuhan. Kita tidak pernah mengomentari Allah tentang kasih-Nya yang berlebihan kepada kita melalui rahmat-rahmat yang Ia berikan baik secara langsung maupun melalui orang lain yang ada di sekeliling kita.
Pertanyaannya, “Mengapa kita mengomentari kasih Allah kepada sesama kita? Bukan kah kita terlalu egois? Atau memang kita iri hati karena kita tidak mampu untuk berbuat kasih? Mari merenungkan dan saling mendoakan.