Ketulusan Hati Bapa Yusuf

pexels-iaia881-122588

Ketulusan Hati Bapa Yusuf

Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Matius 1:16.18-21.24a

Sahabat Vinsensian yang terkasih, banyak nilai-nilai kebajikan yang diteladankan Santo Yusuf  pada kita. Pada Hari Raya St, Yusuf, Suami St. Perawan Maria kali ini, mari kita belajar satu teladan darinya, yaitu ketulusan hati. Hatinya yang tulus mengangkat hidupnya menjadi pilihan Allah, menjadi suami Bunda Maria, Ibu dari Sang Mesias dan Bapa bagi Yesus Sang Penyelamat. 

Pilihan untuk taat pada kehendak Allah dengan segala konsekuensinya dilakukan dengan ketulusan hati yang dalam. Dalam Injil hari ini, tidak digambarkan percakapan Santo Yusuf  dengan Allah tentang apa yang harus dilakukan. Ketulusan hati dan kejernihan hatinya dalam discernment nya, membuahkan suatu keputusan tindakan yang menyelamatkan Juru Selamat, Yesus Kristus. 

Pada hari ini kita diajak meneladan kekudusan hidup St. Yusuf, yang salah satunya terletak pada ketulusan hatinya dalam melaksanakan kehendak Allah, ketulusan hati yang memilih keputusan yang baik dan terbaik dalam setiap pertimbangan-pertimbangannya. Ketulusan hati yang memikirkan apa yang terbaik bagi orang lain, bukan bagiku. Ketulusan hati yang menjernihkan pikiran yang mampu menangkap dan menanggapi kehendak Allah untuk bangkit, bangun dan bertindak sesuai kehendak Allah. Bersatu dalam doa dan pengharapan,  bersama Santo Yusuf kita meneladan untuk mencapai kekudusan yang mudah, seperti yang juga pernah diungkapkan St. Vinsensius, “Oh, betapa mudah untuk menjadi sangat kudus, yaitu melakukan kehendak Allah dalam segala hal.’ (SV II, 36)

Category: