Belajar dari Ketulusandan Ketaatan Yusuf

pexels-dongdilac-30794941

Belajar dari Ketulusan
dan Ketaatan Yusuf

Hari Raya St. Yusuf, suami St. Perawan Maria
 Matius 1:16.18-21.24a

Yusuf mengetahui bahwa Maria tunangannya telah mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena itu ia berniat menceraikan istrinya diam-diam karena ia tidak ingin mencemarkan nama istrinya. Namun, ketika Yusuf tidur, Malaikat datang dalam mimpinya, supaya Yusuf mengurungkan niatnya untuk menceraikan Maria karena anak yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus.

Ketika kita dihadapkan dengan kondisi seperti Yusuf, kita pasti juga akan bingung. Yusuf pasti juga bimbang, dan berfikir bahwa Maria bukanlah wanita baik-baik. Mungkin Yusuf juga sakit hati karena sebelum melakukan hubungan suami istri Maria sudah mengandung seorang anak. Meskipun demikian hati Yusuf sangatlah sungguh mulia, dia tidak ingin mencemarkan nama baik Maria dan ingin menceraikannya secara diam-diam.

Karena ketulusan hatinyalah yang membuat dia dipilih oleh Allah untuk menjadi Ayah dari Sang Penebus. Allah tidak serta merta memilih orang untuk dijadikan partner Yesus di dunia, pasti ada hal yang Allah ketahui dalam diri Yusuf sehingga dianggap pantas dan layak menjadi Ayah sang Penebus, yaitu ketulusan hati dan ketaatannya terhadap Allah.

Kita sebagai umat kristiani juga sudah selayaknya taat dan tulus terhadap Tuhan, karena kita telah dipanggil dan dipilihnya untuk mewartakan iman dan kasihNya di dunia.

Category: