Doa dan Perutusan

pexels-evlivanburak-11497082 - Copy

Doa dan Perutusan

Hari Selasa Pekan Paskah VII
 Yohanes 17:1-11a

Injil Yohanes hari ini menampilkan Yesus yang berdoa kepada Bapa sebelum Ia menyelesaikan karya-Nya. Doa ini bukan doa pelarian, melainkan doa yang lahir dari kesadaran akan perutusan. Yesus tahu dari mana Ia datang dan kemana Ia akan pergi. Ia berdoa sambil memandang murid-murid yang akan tetap tinggal di dunia. Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering berada di antara doa dan tanggung jawab. Kita berdoa bukan untuk lari dari kenyataan, tetapi untuk menemukan kekuatan agar setia menjalani tugas yang dipercayakan kepada kita di tengah keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.


Bagi Sahabat Vinsensian, doa dan perutusan tidak dapat dipisahkan. Doa menajamkan hati agar kita mampu melihat kebutuhan orang miskin dengan mata Kristus. Perutusan mendorong kita keluar dari kenyamanan diri untuk hadir secara nyata bagi sesama. Ketika kita meluangkan waktu mendengarkan, menemani, atau membantu mereka yang kecil dan terlupakan, kita sedang melanjutkan karya yang telah dipercayakan Allah. Doa menjaga agar pelayanan tidak berubah menjadi rutinitas kosong, melainkan tetap menjadi ungkapan kasih yang hidup dan tulus.


Yesus berdoa agar murid-murid-Nya dilindungi dan tetap bersatu. Doa ini juga ditujukan bagi kita yang hidup di zaman ini. Tantangan, perbedaan, dan kelelahan dapat melemahkan semangat perutusan. Namun dalam doa, kita diingatkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Allah menyertai setiap langkah kecil pelayanan kita. Marilah kita setia memelihara doa pribadi dan bersama, agar perutusan Vinsensian kita tetap berakar pada kasih, harapan, dan kesetiaan setiap hari. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian sederhana bahwa doa yang setia melahirkan keberanian melayani, ketekunan berbagi, dan sukacita sejati bagi Gereja, masyarakat, serta orang miskin di sekitar kita setiap hari ini.

Category: