“Aku Diutus Bukan Hanya untuk Mengasihi Allah, Namun Membuat Allah Dikasihi Manusia”

pexels-indraprojectsofficial-33486328

“Aku diutus bukan hanya untuk mengasihi Allah, namun membuat Allah dikasihi manusia”

Hari Biasa Pekan XXIV
Lukas 8:1-3

Santo Vinsensius pernah berkata, “Aku diutus bukan hanya untuk mengasihi Allah, namun membuat Allah dikasihi manusia”. Misi ini bukan hanya tentang hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga untuk memperluas kasih-Nya kepada dunia melalui tindakan dan pelayanan kita. Sangat tepatlah dengan bacaan Injil hari ini. Kehadiran Yesus bukan hanya menjadi tanda ketaatan dan kasih-Nya pada Allah Bapa, namun juga menarik, meneguhkan dan berdaya ubah bagi orang-orang disekitar-Nya. Para murid, wanita-wanita yang turut mendukung karya pelayanan Yesus, pertama-tama karena mereka mengalami kasih Allah yang nyata melalui perjumpaan dengan Yesus sendiri.


Hal serupa pula yang dialami Santo Vinsensius dalam pelayanan cinta kasihnya, banyak orang dari berbagai kalangan yang turut ambil bagian dalam karya pelayanan ini mulai dari keluarga Gondi, Ibu-ibu Cinta Kasih, Santa Louisa de Marillac, para Suster Puteri Kasih dan masih banyak lagi. Semua itu digerakkan oleh pengalaman akan kasih Allah yang personal melalui perjumpaan bersama Santo Vinsensius dalam melayani orang-orang yang miskin dan terpinggirkan. Kasih Allah yang menggerakkan, kasih Allah yang mendorong kita untuk semakin mengasihi-Nya melalui sesama kita.

Category: